Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara resmi menggelar pembukaan perhelatan budaya Erau Adat Pelas Benua Kutim yang dipusatkan di Lapangan Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road (11/10/2026). Pelaksanaan tradisi sakral ini menjadi agenda penting dalam upaya merawat warisan leluhur serta memperkuat identitas budaya Kutai di tengah arus modernisasi zaman.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambuptan pada pembukaan Erau Adat Pelas Benua Kutai Timur. (Meika. sgtk)

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir membuka acara secara langsung menegaskan bahwa pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua jauh dari kesan sekadar pesta rakyat maupun seremonial belaka. Menurutnya, rangkaian tradisi tersebut menyimpan nilai historis serta pesan luhur yang wajib diturunkan kepada generasi penerus bangsa.

“Daerah yang kuat bukan hanya daerah yang maju secara ekonomi dan memiliki infrastruktur megah, tetapi juga mampu menjaga identitas adat, istiadat, dan budaya warisan para pendahulu,” ujar Ardiansyah saat memberikan sambutannya.

Ia menambahkan, akar peradaban Kutai yang panjang harus dijadikan fondasi kebanggaan sekaligus dorongan moral agar pembangunan daerah berjalan selaras dengan pelestarian kebudayaan lokal. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengupas makna filosofis di balik tema kegiatan tahun ini, yakni Adat Lestari, Tuah Benua, Etam Berjaya.

Tema tersebut membawa misi agar tradisi daerah tetap hidup, kekayaan alam mendatangkan berkah kesejahteraan, serta masyarakat bergerak progresif menuju kemajuan tanpa kehilangan jati diri asalnya. Terkait frasa Tuah Benua, Ardiansyah mengaitkannya dengan limpahan sumber daya alam Kutim seperti batu bara, minyak bumi, sektor perkebunan, hingga pertanian yang pengelolaannya menuntut kearifan lingkungan.

“Kita tidak menginginkan alam yang begitu kaya justru tidak menghadirkan kedamaian. Karena itu, keharmonisan dan kehidupan masyarakat yang damai serta bersatu harus terus kita jaga,” tegasnya.

Baca Juga  Potensi Ekonomi Dapil 2, Syaiful Bakhri Dorong Pengembangan Pertanian dan Perkebunan

Selain menyoroti kekayaan sumber daya alam, Ardiansyah turut mengangkat potensi Geopark Mangkalihat yang menyimpan nilai penting di bidang geologi, sejarah, serta kebudayaan, sembari berharap kawasan tersebut segera memperoleh penetapan resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan adat istiadat sebagai bagian esensial dari arah pembangunan jangka panjang daerah.

“Allah memberikan alam ini bukan untuk dihancurkan, tetapi untuk dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kedamaian bagi masyarakat yang hidup di dalamnya,” pungkas Ardiansyah. (adv/Diskominfo Kutim)

519Dibaca

Berita Terkait

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA