Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur memperketat pemantauan kualitas udara menyusul lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tercatat sejak Mei hingga September. Pemantauan berkala ini menjadi dasar kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar guna melindungi kelompok rentan dari paparan kabut asap akibat kebakaran lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika. sgtk)

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok usia yang paling rentan terhadap penurunan kualitas udara. Oleh karena itu, kebijakan PJJ bersifat dinamis dan disesuaikan dengan hasil pemantauan harian.

“Jadi terkait PJJ ini kita ingin memberikan perlindungan untuk anak-anak sekolah, mereka itu usia rentan supaya tetap sehat,” ujar Yuwana, Kamis (8/10/2026).

Dinkes Kutai Timur mencatat adanya tren kenaikan kasus ISPA yang signifikan sejak bulan Mei, dengan peningkatan yang kian tajam pada periode Agustus hingga September.

Yuwana mengaitkan kondisi tersebut dengan cuaca ekstrem serta fenomena El Nino yang berlangsung cukup panjang. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak El Nino berpotensi berlangsung hingga akhir tahun bahkan awal tahun depan.

Kondisi udara saat ini juga dinilai sangat fluktuatif. Hujan yang sempat turun dan memperbaiki kualitas udara sering kali tidak bertahan lama, sehingga kualitas udara dapat kembali memburuk dalam beberapa hari akibat kebakaran lahan.

Untuk mengantisipasi risiko kesehatan secara akurat, Dinkes Kutai Timur mengandalkan jaringan 21 puskesmas. Pemantauan dilakukan dengan mengukur parameter Particulate Matter (PM) 2,5 dan PM 10 yang berdampak langsung pada saluran pernapasan.

Status kualitas udara dikategorikan ke dalam beberapa tingkatan, mulai dari sehat, sedang, tidak sehat, tidak aman, sangat tidak sehat, hingga berbahaya dan darurat.

Baca Juga  DPRD Kutai Timur Gelar Rapat Paripurna ke-32, Bahas Rancangan Perubahan KUA dan PPAS 2024

Jika kondisi sudah mencapai tingkat darurat, Yuwana menegaskan bahwa seluruh masyarakat diwajibkan berada di dalam rumah untuk meminimalisasi paparan udara beracun. Sementara itu, ketika kualitas udara belum mencapai kondisi darurat namun masih berisiko bagi kelompok tertentu, perlindungan difokuskan kepada bayi, balita, anak di bawah 12 tahun, ibu hamil, lansia, serta penderita gangguan pernapasan dan kardiovaskular.

Yuwana menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti meliburkan sekolah tanpa alasan, melainkan langkah mitigasi kesehatan. Ia juga mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anaknya secara ketat selama belajar dari rumah agar tidak bermain di luar ruangan.

“Anak-anak PJJ tapi begitu di rumah ternyata dilepas bermain di luar. Nah, ini yang tidak benar,” tegasnya.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, Dinkes Kutai Timur mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih, sayur, serta buah. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara guna menyesuaikan aktivitas sehari-hari di tengah situasi cuaca yang kurang baik. (adv/Diskominfo Kutim)

479Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA