Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur memperketat pemantauan kasus filariasis atau penyakit kaki gajah demi mengejar target eliminasi daerah. Berdasarkan data pemeriksaan tahun 2025, tercatat ada enam orang yang terdeteksi mengidap penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa penilaian dan penemuan kasus filariasis dilakukan secara rutin setiap tahun dengan menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Untuk di Kutai Timur termasuk kabupaten yang memang kita masih ada kasus filariasis. Kalau tidak salah, kemarin 2025 itu di angka enam orang,” ujar Yuwana, Kamis (8/10/2026).

Terkait perkembangan kasus pada tahun ini, pihak Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang saat ini sedang berproses. Evaluasi tersebut sangat krusial untuk memetakan ada tidaknya penambahan kasus baru di tengah masyarakat.

Yuwana berharap hasil pemeriksaan lanjutan ini menunjukkan tren positif tanpa adanya temuan kasus baru.

“Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus,” harapnya.

Upaya penanganan dan pemantauan ketat ini bukan tanpa tujuan. Yuwana mengungkapkan, jika Kutai Timur mampu mempertahankan kondisi nihil penambahan kasus baru selama dua tahun berturut-turut, daerah ini berpeluang besar untuk segera mencapai status eliminasi filariasis.

Oleh karena itu, Dinkes Kutai Timur terus mengoptimalkan pengawasan di lapangan sembari menunggu rilis resmi hasil pemeriksaan tahun berjalan guna menentukan langkah mitigasi dan penanganan lanjutan yang tepat. (adv/Diskominfo Kutim)

424Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA