
SANGATTAKU – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur mengajak para perempuan, khususnya orang tua, agar lebih bijak memanfaatkan media digital. Langkah ini krusial untuk memaksimalkan manfaat teknologi sekaligus membentengi anak-anak dari berbagai risiko negatif gawai (gadget).

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Cerdas Bermedia Digital: Kendalikan Gadget, Bukan Dikendalikan Gadget” yang dihelat di ruang rapat kantor Dinas Perhubungan Kutai Timur, Sangatta, Rabu (7/10/2026).
Mewakili Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Mega Pujiyanti, hadir sekaligus membuka agenda pertemuan rutin tersebut.
“Saya membuka acara rutin bulanan DWP ini sekaligus mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menguasai teknologi agar tidak terseret arus negatif,” ujar Mega saat memberikan sambutan.
Ia menegaskan bahwa orang tua harus memegang kendali penuh dalam pengasuhan digital di rumah.
“Orang tua yang mengatur anak, bukan sebaliknya,” tegasnya di hadapan para peserta, mengingat anak-anak masa kini merupakan generasi digital yang tumbuh bersama teknologi sejak lahir.
Menurut Mega, pemanfaatan gawai sangat bergantung pada pengelolaan di tingkat keluarga. Jika diarahkan dengan benar, gawai menjadi sarana belajar yang bermanfaat, sebaliknya bisa berdampak buruk jika dibiarkan tanpa pengawasan.
“Kalau dipakai untuk hal positif, ya hasilnya positif. Kalau negatif, ya jadi negatif. Makanya, ibu-ibu harus cerdas,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau para orang tua untuk aktif mengawasi konten yang dikonsumsi anak. Orang tua diminta cermat melakukan pengaturan sistem, termasuk mengoptimalkan fitur khusus anak di berbagai platform digital.
“Orang tua harus memperhatikan dan mengontrol aplikasi yang digunakan, misalnya dengan memanfaatkan fitur khusus anak seperti YouTube Kids atau mengaktifkan parental control,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur berharap pemahaman, pengawasan, dan pembatasan yang berkesinambungan dapat melindungi generasi muda Kutai Timur agar mampu menempatkan teknologi sebagai alat yang dikendalikan secara bijak. (adv/Diskominfo Kutim)






















