
SANGATTAKU – Kecamatan Rantau Pulung kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu wilayah dengan potensi agraris yang sangat diperhitungkan di Kabupaten Kutai Timur. Dalam berbagai ajang pameran potensi daerah yang diselenggarakan, termasuk Expo Kutai Timur 2026 yang digelar dalam rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, kecamatan Rantau Pulung secara konsisten membawa serta memperkenalkan hasil bumi terbaiknya kepada khalayak luas.

Keikutsertaan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah kecamatan dalam mengangkat kesejahteraan para petani dan pelaku agribisnis lokal.
Berdasarkan penjelasan resmi yang disampaikan oleh Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, pengembangan potensi di wilayahnya diklasifikasikan ke dalam beberapa sektor utama untuk memudahkan pemetaan dan promosi produk desa.
Vita Nurhasanah, saat diwawancarai sangattaku.com, memaparkan rincian sektor yang dibawa oleh kontingen Kecamatan Rantau Pulung. Hal ini menunjukkan bahwa tata kelola program pembangunan di tingkat kecamatan dirancang secara sistematis berbasis potensi riil di lapangan.

“Iya, jadi kalau dari Rantau Pulung itu ada tiga empat, empat sektor ya, yang pertama adalah sektor perkebunan, kemudian sektor UMKM, produk-produk olahan,” paparnya menjelaskan.
Lebih lanjut, sektor perkebunan dan pertanian ini mencakup komoditas andalan seperti kelapa sawit serta hasil pertanian padi sawah yang dikelola secara langsung oleh masyarakat di berbagai desa.
Sektor perkebunan kelapa sawit mendominasi lanskap ekonomi makro, sementara pertanian padi sawah menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui pengelolaan yang optimal pada sektor hulu ini, pihak kecamatan optimis bahwa kesejahteraan petani dan perekonomian perdesaan di Rantau Pulung dapat terus meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu, sekaligus menarik minat investor untuk berkolaborasi memajukan sektor agraris di Kutai Timur. (adv/Diskominfo Kutim)






















