Pemkab Kutim Gelar Musrenbang RPJPD 2025-2045, Fokus pada Transformasi Ekonomi dan Infrastruktur

Selasa, 14 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kutim sukses menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Kutai Timur 2025-2045. Acara penting ini berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, pada Selasa (14/5/2024), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik secara langsung maupun virtual.

Suasana Musrenbang RPJPD Kutai Timur 2025-2045. (meika/ sgtk)

Musrenbang RPJPD ini merupakan tahapan krusial dalam proses penyusunan perencanaan daerah, sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017. Tujuan utama Musrenbang ini adalah menyusun rancangan RPJPD yang akan menjadi peta jalan pembangunan Kabupaten Kutai Timur selama dua dekade ke depan, dengan mempertimbangkan visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), RPJPD Provinsi, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Ketua Panitia Pelaksana, Marhadin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menajamkan, menyelaraskan, dan memvalidasi rancangan RPJPD, serta mencapai konsensus bersama mengenai visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah. “Musrenbang ini juga akan menghasilkan berita acara yang ditandatangani oleh semua pemangku kepentingan sebagai komitmen bersama,” ujar Marhadin.

Proses penyusunan RPJPD Kutai Timur 2025-2045 telah dimulai sejak tahun 2023, melalui evaluasi dokumen RPJPD sebelumnya, penyusunan rancangan awal, serta penyesuaian dengan RPJPN dan RPJPD Provinsi Kalimantan Timur 2025-2045. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa rencana pembangunan jangka panjang Kutim sejalan dengan kebutuhan dan tantangan masa depan.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya RPJPD yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa visi transformasi Kutai Timur menjadi daerah yang maju, adil, dan berkelanjutan akan diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dasar yang mencakup jalan, pendidikan, air bersih, dan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Baca Juga  DETIK DETIK KERIBUTAN WARGA DENGAN PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN VIRAL DI MEDSOS
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman saat memberikan sambutan. (meika/ sgtk)

Ardiansyah juga menggarisbawahi pentingnya diversifikasi ekonomi, mengingat Kutai Timur selama ini bergantung pada sektor migas. Ia mendorong pengembangan sektor-sektor lain seperti UMKM, koperasi, pertanian, peternakan, pariwisata, dan kelautan sebagai pilar ekonomi baru yang lebih berkelanjutan. “Contoh keberhasilan seperti ekspor pisang kepok grecek dan nanas Himba Lestari menunjukkan potensi besar dari sektor pertanian lokal yang perlu terus dikembangkan,” kata Ardiansyah.

Sebagai bagian dari strategi ini, Ardiansyah mendesak dinas-dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah strategis guna memaksimalkan potensi ekonomi daerah. “Kami akan terus mengakomodasi masukan dari semua pihak agar pembangunan di Kutai Timur dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (AD01/ Diskominfo Kutim)

813Dibaca

Berita Terkait

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025
Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang

Berita Terkait

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WITA

Kejaksaan Negeri Kutai Timur Sukses Bangun Zona Integritas, KemenPANRB Anugerahkan WBK 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Berita Terbaru