Harganas ke 31, Wujudkan Keluarga Berkualitas: Pemkab Kutim Fokus Mencegah Stunting

Selasa, 15 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU, Sangatta – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-XXXI, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur menggelar serangkaian kegiatan yang bertujuan mensinergikan gerak dan langkah keluarga indonesia untuk bersama dalam mencegah terjadinya stunting.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG), Bukit Pelangi, Sangatta pada Selasa, 15 Oktober 2024 Pukul 09.38 WITA dengan mengusung Tema “Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas”.

Kepala Dinas PPKB, Achmad Junaidi, dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya membangun keluarga yang kuat dan sejahtera terbebas dari anak stunting.

Ia juga melaporkan bahwa di bulan Juni 2024 menurut hasil Audit Kasus Stunting (AKS), Kabupaten Kutai Timur mengalami penurunan jumlah keluarga beresiko stunting sekitar 4.324 keluarga, di mana semester II tahun 2023 berjumlah 19.900 keluarga, di semester I bulan Juni 2024 menjadi 15.576 keluarga.

“Sedangkan, pada akhir September berjumlah 12.362 keluarga, terjadi penurunan kembali sekitar 3.124 keluarga beresiko stunting.” papar Junaidi.

Terkait 1.801 anak stunting yang tersebar di 18 kecamatan dan 142 desa, pada akhir bulan September 2024 ada penurunan 53 anak stunting yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Menurut data jumlah anak stunting yang paling banyak berada di Kecamatan Muara Bengkal sekitar 224 anak terindikasi stunting dan jumlah yang paling kecil ada di Kecamatan Batu Ampar ada 5 anak terindikasi stunting.

“Ini adalah tugas yang berat, yang harus kita selesaikan secara bersama-sama khususnya oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan dan desa,” imbuhnya.

Maka itu, Ia harap lembaga mitra baik negri maupun swasta, perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kutai Timur turut serta melakukan pencegahan dan percepatan penurunan stunting di wilayah kerjanya masing-masing.

Baca Juga  Tekan Biaya dan Waktu, Masyarakat Ranpul Kini Bisa Rekam Cetak e-KTP di Kecamatan

“Seperti contoh di Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), beberapa perusahaan swasta batu bara dan sawit telah berkontribusi nyata dalam percepatan penurunan stunting,” pangkas Junaidi.

Diantaranya dari PT Indexim Coalindo, Baznas, PT GAM, PT Pama persada, PT Indominco yang ada dan bekerja di Wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Lebih lanjut, Kepala Dinas PPKB menekankan kembali beberapa hal penting diantaranya, penyuluhan untuk ibu hamil dan balita harus terus dilakukan dan terencana oleh tim yang kompenten di desa, memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar terus dilakukan dan menjangkau seluruh kelompok sasaran yang ada di masing-masing wilayah, memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi terus dan pasti dilakukan melalui program-program yang ada, memastikan seluruh ibu hamil dan balita diberikan edukasi di pos yandu, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam system informasi e-PPBGM di hari yang sama dan pasti terlaporkan ke dalam system, memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak, terakhir memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan monitoring, edukasi, intervensi dapat tersusun dan terealisasi dengan baik. (*/MK)

997Dibaca

Berita Terkait

Dishub Kutai Timur Mulai Matangkan Operasional Pelabuhan Kenyamukan
Dishub Kutai Timur Petakan Potensi Parkir, Penetapan Lokasi Resmi Disiapkan
BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung
Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Kutai Timur Petakan Titik Black Spot dan Genjot Edukasi Dini
Banyak Pegawai Purna Tugas, Dishub Kutai Timur Siapkan Regenerasi Personel
Luruskan Pemahaman Publik, Pemkab Kutim Jelaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Masyarakat Hukum Adat
Hindari Konflik Agraria, Pemkab Kutim Teliti Ketat Batas Tanah Ulayat Calon MHA
Truk Pengangkut Material Diingatkan Tutup Muatan, Dinas Perhubungan Sampaikan Sanksi Tegas

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:42 WITA

Dishub Kutai Timur Mulai Matangkan Operasional Pelabuhan Kenyamukan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:19 WITA

Dishub Kutai Timur Petakan Potensi Parkir, Penetapan Lokasi Resmi Disiapkan

Rabu, 30 September 2026 - 11:16 WITA

BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung

Rabu, 30 September 2026 - 11:11 WITA

Tekan Angka Kecelakaan, Dishub Kutai Timur Petakan Titik Black Spot dan Genjot Edukasi Dini

Selasa, 29 September 2026 - 15:28 WITA

Luruskan Pemahaman Publik, Pemkab Kutim Jelaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Masyarakat Hukum Adat

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Dishub Kutai Timur Mulai Matangkan Operasional Pelabuhan Kenyamukan

Kamis, 1 Okt 2026 - 09:42 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dishub Kutai Timur Petakan Potensi Parkir, Penetapan Lokasi Resmi Disiapkan

Kamis, 1 Okt 2026 - 08:19 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Dampingi 30 Pelaku UMKM Urus NIB dan SPP-IRT

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:24 WITA

Ekonomi & Kesehatan

BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:16 WITA