Hanya Tiga Hari, Festival Pesona Budaya Kutim Catat Omzet UMKM di Atas Rp200 Juta

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Festival Pesona Budaya Kutai Timur (Kutim) yang baru pertama kali diselenggarakan sebagai agenda mandiri, berhasil membukukan perputaran ekonomi yang signifikan. Kegiatan kebudayaan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mencatat omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melampaui angka Rp200 juta.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Padliyansyah, dalam laporannya menjelaskan bahwa sekitar 40 stan UMKM turut berpartisipasi dalam festival tersebut. Keterlibatan puluhan UMKM ini menjadi salah satu penopang utama keberhasilan festival, tidak hanya dari aspek budaya tetapi juga ekonomi kerakyatan.

“Berdasarkan laporan teman-teman di lapangan, omzet UMKM sudah mencapai lebih dari Rp200 juta hingga tadi malam. Malam ini juga terlihat ramai, semoga terus meningkat,” ujar Padliyansyah, Minggu (23/11/2025).

Angka perputaran ekonomi ini membuktikan bahwa kegiatan pelestarian budaya mampu berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi landasan kuat agar Festival Pesona Budaya terus diadakan secara rutin di tahun-tahun mendatang.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menyampaikan sambutan pada penutupan Festival Pesona Budaya 2025. (M2P/sangattaku)

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bagian krusial dari upaya pelestarian budaya daerah. Selain itu, festival juga berfungsi sebagai ruang rekreasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kutai Timur setelah lama terhenti akibat berbagai keterbatasan.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, melihat festival ini sebagai momentum penting untuk memperkuat identitas daerah. Menurutnya, festival tersebut dirancang secara khusus untuk menjadi ruang pertemuan berbagai dimensi budaya yang ada di Kutai Timur. Hal ini mencakup budaya pesisir, budaya pedalaman, hingga budaya nusantara yang dibawa oleh masyarakat pendatang.

Baca Juga  Wakil Bupati Kutai Timur Serahkan Bantuan Operasional FKUB dalam Workshop Pendirian Rumah Ibadah

Keberadaan UMKM yang berhasil membukukan omzet tinggi ini sejalan dengan tujuan edukasi yang diemban oleh festival. Selain menjadi sarana edukasi budaya, festival tersebut juga mendorong masyarakat untuk berwirausaha dan memperkenalkan produk-produk lokal mereka kepada khalayak luas.

Ardiansyah Sulaiman juga menyatakan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menggali sejarah dan budaya daerah, baik melalui festival, penelitian, maupun pameran. Hal ini dilakukan demi memastikan bahwa kekayaan budaya Kutai Timur tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Dengan perolehan omzet yang melampaui target, Padliyansyah berharap kesuksesan ekonomi ini dapat mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan dukungan terhadap festival di masa depan, sehingga cakupan dan dampak ekonominya bisa semakin besar. (adv/Diskominfo Kutim)

584Dibaca

Berita Terkait

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026
Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD
Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi
Meski APBD Turun, Bupati Kutim Jamin Program Jaminan Sosial Pekerja Informal Tetap Berjalan
Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB
Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional
Transparansi Dana RT Dijamin Perbub, Pengawasan Dilakukan Berjenjang
Anggaran BKKD Kutim Naik Signifikan Jadi Rp250 Juta, Bupati Ardiansyah Bantah Tudingan Hambat Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:04 WITA

Instruksi Bupati Ardiansyah: Data BMKG Wajib Tampil di Seluruh Videotron Hingga Januari 2026

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:26 WITA

Jadi Ujung Tombak Peningkatan Layanan di Akar Rumput, Ardiansyah Sulaiman Jamin Motor Operasional Ketua RT Kutim Aman dari Efisiensi APBD

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:17 WITA

Antisipasi Lonjakan Permintaan Akhir Tahun, Pemkab Kutim Siapkan Langkah Kontrol Ekonomi

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WITA

Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Jadi Kebanggaan Daerah, Ardiansyah Sulaiman Apresiasi Kepala DPPKB

Senin, 1 Desember 2025 - 19:45 WITA

Dukung Penurunan Stunting, Inovasi ‘Cap Jempol Stop Stunting’ Asal Kutim Diharapkan Jadi Pilot Project Nasional

Berita Terbaru