Kunci Evektivitas Dana RT di Kutim, Basuni Tegaskan Validitas Data Lapangan Lebih Penting dari Data Pusat

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menekankan pentingnya validitas data di tingkat Rukun Tetangga (RT) sebagai penentu utama keberhasilan program Dana RT, terutama dalam upaya menargetkan penanganan isu krusial seperti kemiskinan dan stunting. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim, Muhammad Basuni, menyatakan bahwa akurasi data lapangan lebih diutamakan daripada ketergantungan pada data pusat yang mungkin tidak akurat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)

Basuni menjelaskan bahwa keberhasilan program Dana RT tidak semata-mata diukur dari seberapa besar anggaran yang terserap, melainkan dari seberapa tepat sasaran bantuan tersebut diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Program Dana RT secara spesifik memiliki kontribusi untuk mempercepat penanganan kemiskinan dan stunting, yang menuntut ketelitian data yang sangat tinggi.

Ia memberikan wewenang kepada RT untuk menggunakan data yang diverifikasi di lapangan jika data yang tersedia dari pusat dirasa tidak mencerminkan kondisi aktual warga. Fleksibilitas ini diberikan untuk memastikan bahwa intervensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dana RT tepat guna dan efektif. “Jika data pusat tidak akurat, RT bisa menggunakan data lapangan yang benar-benar mencerminkan kondisi warganya,” tegas Basuni, Jumat (28/11/2025).

Penekanan pada data valid ini sejalan dengan empat tujuan utama program Dana RT, di mana data menjadi fondasi untuk mengukur dampak terhadap peningkatan layanan dasar dan penguatan pembangunan komunitas. Apabila data sasaran, khususnya terkait keluarga miskin dan anak stunting, valid hingga tingkat RT, maka alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengatasi masalah tersebut di akar rumput.

Saat ini, DPMDes tengah merumuskan indikator pengukuran resmi program. Indikator ini nantinya akan sangat bergantung pada kualitas laporan yang dihasilkan dari data lapangan. Dengan melibatkan pendamping di setiap tingkatan, proses verifikasi dan validasi data diharapkan berjalan optimal, sehingga laporan yang diterima oleh pemerintah kabupaten benar-benar akurat. Hal ini memastikan bahwa evaluasi kinerja yang dilakukan oleh DPMDes benar-benar berbasis pada fakta di lapangan dan bukan sekadar angka administrasi belaka. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN
Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur
Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen
Kunjungan Wisatawan Kutai Timur Melonjak 300 Persen, Hampir Sentuh 400 Ribu Orang di Semester Pertama 2025
Dispar Kutim Gelar Pelatihan Promosi Digital, Dorong Generasi Muda Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 20:04 WITA

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Rabu, 26 November 2025 - 15:07 WITA

Apresiasi Kepala DPPKB, Sudirman Latif Nilai Pola Kepemimpinan Kolaboratif Jadi Terobosan Strategis Atasi Stunting di Kutai Timur

Rabu, 26 November 2025 - 14:23 WITA

Kepala DPPKB Kutim Tegaskan, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Kutai Timur Tekan Stunting

Selasa, 25 November 2025 - 08:41 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 November 2025 - 08:21 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

DPMDes Kutim Siapkan Tiga Program Kerjasama Desa 2026, Optimalkan Pendanaan Non-APBN

Jumat, 28 Nov 2025 - 20:04 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Selasa, 25 Nov 2025 - 08:21 WITA