
SANGATTAKU – Laju perkembangan dan pembangunan desa di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mencatatkan tren yang sangat positif. Berdasarkan hasil koordinasi penilaian Indeks Desa tahun 2025, mayoritas desa di kawasan tersebut telah berhasil keluar dari status tertinggal dan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Dari total desa yang ada di Kecamatan Rantau Pulung, sebanyak tiga desa berhasil masuk dalam kategori desa maju, enam desa berada pada status berkembang, serta satu desa berhasil meraih kasta tertinggi sebagai desa mandiri. Tiga desa yang sukses menyandang status maju berdasarkan indikator Indeks Desa Membangun (IDM) tersebut yakni Desa Pulung Sari, Desa Masalap Raya, dan Desa Tepian Makmur.
Sementara itu, prestasi tertinggi diraih oleh Desa Mukti Jaya yang telah resmi ditetapkan berstatus mandiri. Capaian ini menempatkan Mukti Jaya satu tingkat di atas kriteria desa maju, yang mencerminkan tingginya tingkat ketahanan sosial, ekonomi, serta kelestarian lingkungan dan tata kelola pemerintahan desa yang kuat.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menyampaikan bahwa hasil evaluasi dan penilaian Indeks Desa ini menjadi gambaran riil dari keberhasilan program pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat tapak. Pihaknya memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen pemerintah desa dan masyarakat yang telah mendorong terciptanya kemandirian wilayah.
Atas raihan positif tersebut, Vita berharap capaian ini dapat memicu motivasi bagi pemerintah desa lainnya yang saat ini masih menyandang status berkembang agar terus membenahi instrumen pemenuhannya.
“Kami berharap desa-desa yang masih berkembang dapat terus meningkatkan berbagai indikator pembangunan sehingga ke depan bisa naik menjadi desa maju bahkan mandiri,” tegas Vita Nurhasanah.
Secara keseluruhan, pemetaan kualifikasi desa pada tahun 2025 ini menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat krusial bagi Kecamatan Rantau Pulung. Pemerintah kecamatan optimistis kemajuan status desa ini akan berdampak langsung pada akselerasi pemerataan pembangunan dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat setempat. (adv/ Diskominfo Kutim)





















