
SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur memperkuat upaya pencegahan HIV di kalangan pelajar dengan menerjunkan tujuh tenaga penyuluh ke sekolah-sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno, menjelaskan bahwa ketujuh penyuluh tersebut merupakan tenaga profesional yang terdiri atas perawat, bidan, hingga psikolog.

“Kita mengambil tujuh penyuluh HIV dari latar belakang tenaga kesehatan, seperti perawat, bidan, dan psikolog,” ujar Sumarno, Rabu (7/10/2026).
Sumarno memaparkan, edukasi ini dinilai krusial diberikan sejak dini untuk membentengi anak-anak usia sekolah dari berbagai perilaku coba-coba yang dapat meningkatkan risiko penularan HIV.
“Kami memang menaruh perhatian khusus (concern) untuk pencegahan HIV mulai dari lingkungan sekolah. Edukasi ini menjadi langkah preventif agar mereka terhindar dari perilaku berisiko,” jelasnya.
Saat ini, ketujuh penyuluh tersebut telah aktif berkeliling ke berbagai institusi pendidikan di Kutai Timur untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya HIV dan cara pencegahannya.
Di sisi lain, Dinkes Kutai Timur menilai penyebaran HIV masih menjadi ancaman serius yang memerlukan penanganan komprehensif. Sumarno mengibaratkan kasus HIV di wilayahnya seperti fenomena gunung es kasus yang tampak di permukaan jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah kasus HIV di Kutai Timur mendekati angka 600 kasus. Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih memerlukan validasi data terbaru sebelum dipublikasikan secara resmi.
Untuk memaksimalkan penanggulangan, Dinkes Kutai Timur tidak berjalan sendiri. Pihaknya menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) serta sejumlah yayasan pemerhati HIV.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam memperluas cakupan pencegahan, pemeriksaan, edukasi, dan pendampingan pasien. Seluruh rangkaian upaya tersebut sekaligus diselaraskan dengan komitmen nasional untuk mencapai target eliminasi HIV pada tahun 2030.
“Target kita adalah eliminasi HIV pada 2030,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)






















