
SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur memperketat pemantauan kasus filariasis atau penyakit kaki gajah demi mengejar target eliminasi daerah. Berdasarkan data pemeriksaan tahun 2025, tercatat ada enam orang yang terdeteksi mengidap penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa penilaian dan penemuan kasus filariasis dilakukan secara rutin setiap tahun dengan menggandeng Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
“Untuk di Kutai Timur termasuk kabupaten yang memang kita masih ada kasus filariasis. Kalau tidak salah, kemarin 2025 itu di angka enam orang,” ujar Yuwana, Kamis (8/10/2026).
Terkait perkembangan kasus pada tahun ini, pihak Dinkes masih menunggu hasil pemeriksaan medis yang saat ini sedang berproses. Evaluasi tersebut sangat krusial untuk memetakan ada tidaknya penambahan kasus baru di tengah masyarakat.
Yuwana berharap hasil pemeriksaan lanjutan ini menunjukkan tren positif tanpa adanya temuan kasus baru.
“Mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus,” harapnya.
Upaya penanganan dan pemantauan ketat ini bukan tanpa tujuan. Yuwana mengungkapkan, jika Kutai Timur mampu mempertahankan kondisi nihil penambahan kasus baru selama dua tahun berturut-turut, daerah ini berpeluang besar untuk segera mencapai status eliminasi filariasis.
Oleh karena itu, Dinkes Kutai Timur terus mengoptimalkan pengawasan di lapangan sembari menunggu rilis resmi hasil pemeriksaan tahun berjalan guna menentukan langkah mitigasi dan penanganan lanjutan yang tepat. (adv/Diskominfo Kutim)






















