
SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi struktural perekonomian daerah agar tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sektor pertambangan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam pidato resmi pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur di Sangatta.

Bupati Ardiansyah memaparkan bahwa pada tahun 2025, perekonomian Kutai Timur mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,05 persen. Kendati demikian, struktur ekonomi daerah masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang sekitar 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara itu, sektor industri pengolahan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan yang cukup tinggi mencapai 19,12 persen.
“Kutai Timur tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,” ujar Ardiansyah menegaskan arah kebijakan ekonomi daerah.
Sebagai langkah konkret mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah menggenjot kebijakan hilirisasi industri. Salah satu proyek strategis nasional dan regional yang diandalkan adalah rencana gasifikasi batu bara menjadi metanol di wilayah Bengalon. Proyek ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus membuka peluang kesempatan kerja baru yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Melalui momentum HUT ke-27 ini, Pemkab Kutim berharap kekayaan alam yang melimpah dapat bertransformasi secara optimal menjadi kesejahteraan yang merata, sejalan dengan tema besar peringatan tahun ini yaitu “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”. (adv/Diskominfo Kutim)






















