
SANGATTAKU – Pemerataan pembangunan infrastruktur dasar hingga ke wilayah perdesaan dan pedalaman terus menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Komitmen nyata ini dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah wilayah yang selama puluhan tahun belum tersentuh layanan kelistrikan secara penuh.
Dalam amanatnya pada upacara HUT ke-27 Kutim, Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan bahwa pemerataan pembangunan bukan sekadar membangun lebih banyak fasilitas, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat di pelosok. Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan mengalirnya listrik PLN selama 24 jam penuh di beberapa kecamatan.

Setelah sebelumnya enam desa di Kecamatan Sangkulirang menikmati listrik pada Agustus lalu, giliran empat desa di Kecamatan Batu Ampar, yakni Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, and Himba Lestari, yang resmi menikmati aliran listrik 24 jam pada awal Oktober 2026 ini. Warga setempat menyambut gembira fasilitas tersebut setelah melalui penantian panjang selama puluhan tahun.
“Bagi masyarakat desa, listrik bukan sekadar penerangan. Listrik berarti kesempatan bagi anak untuk belajar, bagi pelaku usaha untuk berkembang, serta terbukanya akses terhadap teknologi, informasi, dan pelayanan dasar,” ungkap Ardiansyah di hadapan peserta upacara.
Pemerintah daerah menyadari bahwa masih ada sejumlah wilayah lain yang memerlukan penguatan infrastruktur dasar. Oleh karena itu, Pemkab Kutim bertekad untuk terus menggerakkan roda pembangunan secara berkesinambungan agar tidak ada satupun warga yang tertinggal dari akses kemajuan akibat keterisolasi an geografis. (adv/Diskominfo Kutim)






















