Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan Hari Ini Sah Menjadi Perda

SANGATTAKU.COM – Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan hari ini sah menjadi . Masalah pengangguran memang telah menjadi salah satu momok di Kabupaten yang kaya akan sumber daya alam ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (), pada tahun 2020 sebanyak 10.410 orang dari total 257.603 jiwa penduduk Kutai Timur, belum memiliki pekerjaan.

Hal tersebut terasa miris, mengingat banyaknya jumlah perusahaan yang beroperasi di kabupaten ini. Atas dasar hal tersebutlah, lebih kurang setahun lalu, mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Digawangi basti Sanggalangi sebagai Ketua, Raperda Ketenagakerjaan pun dibentuk guna mengawal prosesnya. Sebelum disahkan menjadi perda, raperda ini harus diatur sedemikian rupa sehingga terpenuhi hak-hak dan perlindungan yang mendasar bagi tenaga kerja. Kendati demikian, pada saat bersamaan harus dapat mewujudakan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha di daerah.

Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan Hari Ini Sah Menjadi Perda
Penandatanganan Raperda Inisiatif tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan menjadi oleh Bupati dan Ketua DPRD Kutai Timur (06/06/2022). (foto: /Istimewa)

Hari ini, Senin (06/06/2022), di depan Wakil , Kasmidi Bulang dan unsur Pimpinan serta 27 Anggota DPRD juga peserta paripurna lain, raperda inisiatif tersebut sah menjadi Perda setelah Bupati Kutai Timur, bersama Ketua DPRD Kutai Timur, Joni melakukan penandatanganan bersama di Ruang Rapat Utama DPRD Kutai Timur.

Penyusunan Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan, Untuk Lindungi Tenaga Kerja

yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan,” terang Basti Sanggalangi kala menyampaikan laporannya sesaat sebelum prosesi penandatanganan raperda tersebut.

“Tentunya membuka peluang yang cukup besar bagi penempatan tenaga kerja dan peningkatan pertumbuhan ekonomi,“ jelasnya pula.

Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan Hari Ini Sah Menjadi Perda
Ketua Pansus Raperda Inisiatif Penyelenggara Ketenagakerjaan, Basti Sanggalangi, kala menyampaikan laporan sesaat sebelum penandatanganan raperda (06/06/2022). (foto: /Istimewa)

menambahkan, pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pelaksanaan hal tersebut dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan harkat, martabat, dan harga diri tenaga kerja. Dan tentunya pula untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, makmur, dan merata baik materil maupun spiritual.

Baca Juga  Sah, Asmawardi Nahkodai DPD PAN Kutai Timur Dengan Struktur Baru.

Pada prinsipnya, kata Basti, penyusunan Raperda Inisiatif Ketenagakerjaan ini  dalam rangka melindungi tenaga kerja daerah, pemangku kepentingan serta pelaku usaha dan masyarakat.

Selain , dalam paripurna ini telah mensahkan perda lain, yaitu tentang pembentukan 11 desa di Kutai Timur. Adapun 11 Desa tersebut adalah Desa Pinang Raya, Bukit Pandan Jaya, Sekurau Atas, Tepian Raya, Tepian Madani, Tepian Budaya, Kerayaan Bilas, Parianum, Kelinjau Tengah, Jabdan dan Desa Miau Baru Utara.(*/bl)