Rapat Paripurna DPRD Kutim ke-27, Fraksi PPP Minta Peningkatan Investasi di BUMD dan Infrastruktur

Kamis, 13 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Rapat Paripurna ke-27 untuk menyampaikan Pandangan Umum (Pandum) Fraksi-Fraksi DPRD Kutim terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2023.

Anggota DPRD Kutim, Fitriyani, yang mewakili Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menilai bahwa rapat ini memiliki peran penting dalam penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan. Ia menegaskan bahwa realisasi anggaran pendapatan transfer dan pendapatan lain-lain yang sah, dapat berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kutai Timur.

“Pendapatan daerah yang sah perlu lebih ditingkatkan di berbagai sektor, terutama yang belum tersentuh. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah,” ujar Fitriyani dalam penyampaiannya di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Kamis (13/6/2024).

Fitriyani memaparkan bahwa Realisasi Pendapatan Belanja Daerah tahun 2023 mencapai Rp7,54 triliun atau 84,18% dari anggaran belanja yang dialokasikan sebesar Rp8,96 triliun. Anggaran ini digunakan untuk belanja operasional dan modal, yang diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, Fraksi PPP meminta agar pemerintah meningkatkan pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan investasi modal jangka panjang pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terutama yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Diharapkan peningkatan ini dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” tambahnya.

Fitriyani juga menekankan pentingnya keterpaduan dan sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif dalam menyusun kebijakan pembangunan guna memastikan kesejahteraan masyarakat Kutim.

“Sinkronisasi kebijakan antara eksekutif dan legislatif sangat penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Kami berharap pengawasan yang dilakukan oleh legislatif terhadap kebijakan eksekutif berjalan lancar,” kata Fitriyani.

Baca Juga  Seskab Kutim Dorong Efisiensi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Melalui Radalok

Ia juga mengingatkan bahwa proses ini harus berjalan dengan baik agar tidak menghambat realisasi visi dan misi politik Bupati dan Wakil Bupati, sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2021-2026.

“Harapan Fraksi kami dan seluruh anggota DPRD Kutim adalah agar semua proses ini berjalan lancar, sehingga tidak ada penundaan dalam merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang telah disusun dalam RPJMD 2021-2026,” pungkasnya. (AD01/ DPRD)

1.0kDibaca

Berita Terkait

P-KUA dan P-PPAS 2026 Disepakati dalam Paripurna DPRD Kutai Timur
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen
Penjelasan Ardiansyah Sulaiman Soal Bias Pemahaman Belanja Operasional dan Belanja Modal
Pemkab Kutim Ungkap Laporan Keuangan 2024, Realisasi Pendapatan Capai Rp10,44 Triliun
Pandangan Akhir Fraksi GAP, Tekankan Implementasi RPJPD Harus Konsisten
Fraksi PPP Dorong Pemerintah Maksimalkan Potensi Pendapatan Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:04 WITA

P-KUA dan P-PPAS 2026 Disepakati dalam Paripurna DPRD Kutai Timur

Selasa, 25 November 2025 - 08:41 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun

Selasa, 25 November 2025 - 08:21 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya

Selasa, 25 November 2025 - 08:07 WITA

Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen

Selasa, 25 November 2025 - 08:01 WITA

Penjelasan Ardiansyah Sulaiman Soal Bias Pemahaman Belanja Operasional dan Belanja Modal

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Dampingi 30 Pelaku UMKM Urus NIB dan SPP-IRT

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:24 WITA

Ekonomi & Kesehatan

BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Biaya Penyakit Jantung

Rabu, 30 Sep 2026 - 11:16 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dishub Kutai Timur Mulai Matangkan Operasional Pelabuhan Kenyamukan

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:12 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Banyak Pegawai Purna Tugas, Dishub Kutai Timur Siapkan Regenerasi Personel

Rabu, 30 Sep 2026 - 08:09 WITA