Dinkes Kutai Timur Dampingi 30 Pelaku UMKM Urus NIB dan SPP-IRT

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur menggelar Workshop Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Hotel Zenova Royal Sangatta beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 16.00 WITA tersebut diikuti 30 pelaku usaha UMKM. Workshop ini menjadi bagian dari upaya Dinkes Kutai Timur meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai keamanan pangan sekaligus mendorong pemenuhan aspek legalitas usaha dan produk pangan.

(Foto: Dok. Dinkes Kutai Timur)

Kepala Dinkes Kutai Timur, dr. Yuwana Sri Kurniawati, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinkes Kutai Timur, Triana Nur, menyampaikan pentingnya penerapan keamanan dan kebersihan dalam proses produksi pangan oleh pelaku usaha.

“Kita menginginkan produk olahan yang kita produksi dan hasilkan menjadi sebuah produk yang higienis,” jelasnya.

Dalam sambutan tersebut, Yuwana juga menekankan bahwa kepemilikan sertifikat tidak semestinya hanya menjadi pelengkap administrasi. Sertifikasi diharapkan menjadi bentuk komitmen pelaku usaha untuk menjaga keamanan dan mutu produk yang dihasilkan.

Selain itu, legalitas dan sertifikasi produk dinilai dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha, termasuk dalam mendukung pengembangan pemasaran dan akses permodalan. Pembinaan secara berkesinambungan juga diharapkan dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kutai Timur, Ahsan Zainuddin, dalam laporannya menjelaskan kegiatan tersebut berkaitan dengan pemenuhan kompetensi dasar pelaku usaha dalam menerapkan cara produksi pangan olahan yang baik dan aman.

Materi yang diberikan mencakup keamanan pangan, higiene dan sanitasi pengolahan, pencegahan cemaran biologis, kimia dan fisik, serta pemenuhan persyaratan administratif dalam proses penerbitan SPP-IRT. Peserta juga mengikuti evaluasi sebagai bagian dari proses pembelajaran keamanan pangan.

Baca Juga  Bupati Running Pace Jadi Agenda Tahunan, Usulan Jarak 28 Kilometer Disiapkan untuk HUT Kutai Timur

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 pelaku usaha didampingi Tim Dinkes Kutai Timur untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.

Berdasarkan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pemenuhan komitmen dalam penerbitan SPP-IRT mencakup penyuluhan keamanan pangan. Sementara NIB menjadi salah satu persyaratan dalam proses pendaftaran produk melalui sistem SPP-IRT.
Workshop berlangsung lancar dan interaktif. Para peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai keamanan pangan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dalam memenuhi aspek legalitas usaha dan persyaratan produk.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Kutai Timur mendorong pelaku usaha pangan rumah tangga untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, mutu, dan ketentuan perizinan yang berlaku. (adv/Diskominfo Kutim)

786Dibaca

Berita Terkait

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Lepas Ketergantungan Tambang, Kutai Timur Fokus Kembangkan Industri Pengolahan dan Metanol

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA