Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus menggenjot transformasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif. Langkah ini diambil agar kekayaan sumber daya alam (SDA) daerah mampu memberikan nilai tambah jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan Pertama DPRD Kutai Timur Tahun Sidang 2026-2027, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur, kamis (08/10/2026).

Pembacaan Pidato HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur leh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Meika/ sgtk)

Menurut Ardiansyah, usia 27 tahun menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Peringatan hari ulang tahun bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus refleksi bagi pemerintah untuk menguatkan tekad dalam melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, kemajuan Kutai Timur selama dua dekade lebih merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari legislatif, dunia usaha, tokoh adat, agama, pemuda, kaum perempuan, hingga seluruh elemen masyarakat. Tak lupa, ia juga mengapresiasi para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi dasar pembangunan di daerah ini.

Dalam pidatonya, Ardiansyah memaparkan sejumlah target indikator pembangunan strategis. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kutai Timur pada 2025 tercatat sebesar 1,05 persen angka yang merefleksikan masih kuatnya pengaruh dinamika sektor pertambangan batu bara dan minyak.

Melalui perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 2,40-2,90 persen, yang kemudian dinaikkan secara ambisius menjadi 5-6 persen pada RKPD 2027.

Baca Juga  Sekwan DPRD Kutim Bacakan Laporan Kegiatan Masa Persidangan ke-II Tahun 2023/2024 dalam Rapat Paripurna ke-21

“Target tersebut merupakan tekad kita untuk mendorong transformasi ekonomi agar pertumbuhan tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif, melainkan diperkuat oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, industri pengolahan, serta ekonomi kreatif,” jelasnya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Timur yang mencapai 76,48 pada 2025 juga ditargetkan terus meningkat menjadi 76,70-76,90 melalui perubahan RKPD 2026, dan mencapai 77,00-77,30 pada RKPD 2027.

Arah pembangunan Kutai Timur saat ini berpijak pada visi periode 2025-2029, yakni “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.”

Ardiansyah merinci, ketangguhan daerah diartikan sebagai kemampuan bertahan dan berkembang menghadapi berbagai tantangan alam, sosial, politik, maupun ekonomi. Sementara kemandirian diwujudkan dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM). Adapun daya saing diarahkan agar Kutai Timur mampu berkompetisi secara positif di tingkat regional hingga global.

Guna mewujudkan visi tersebut secara nyata, Pemkab Kutai Timur telah mencanangkan 50 program unggulan. Program-program ini dirancang khusus untuk menjawab aspirasi dan kebutuhan riil di tengah masyarakat.

Sebagai fondasi utama transformasi ekonomi, pemerintah daerah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur yang mencakup konektivitas antardewilayah, fasilitas dasar seperti pendidikan dan kesehatan, hingga penyediaan air bersih dan kelistrikan.

Pemerintah juga secara konsisten mendorong sektor-sektor penopang baru seperti pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, perikanan, pariwisata, budaya, hingga industri kreatif.

Menutup pidatonya, Ardiansyah menyadari bahwa tantangan pembangunan ke depan mulai dari perubahan iklim, dinamika global, hingga perkembangan teknologi harus dihadapi secara bersama-sama.

“Pembangunan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media, pemuda dan seluruh masyarakat harus menjadi bagian dari satu orkestra gerakan pembangunan,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)

Baca Juga  Training Center MTQ, Sirajuddin Terapkan Metode 60-40

493Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA