Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur menggencarkan penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan di 118 lokus. Langkah agresif ini dilakukan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus memutus mata rantai penularan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno. (Meika/ sgtk)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno, menjelaskan bahwa target pemeriksaan dipatok sekitar 100 orang pada setiap lokus yang disasar.

“Ada 118 lokus yang kami periksa, dengan sasaran masing-masing sekitar 100 orang per lokus,” terang Sumarno, Rabu (7/10/2026).

Sumarno memaparkan, kecepatan penemuan kasus sangat krusial mengingat satu pasien positif TBC berpotensi menularkan penyakitnya ke banyak orang di sekitar mereka. Oleh karena itu, strategi penanganan tidak berhenti pada pasien yang teridentifikasi saja, melainkan dilanjutkan dengan investigasi kontak (contact tracing).

Pemeriksaan intensif ini menyasar orang-orang yang tinggal serumah maupun individu yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi TBC. Jika ditemukan hasil positif, pasien langsung diarahkan untuk menjalani pengobatan. Sementara bagi kontak erat yang hasilnya negatif, Dinkes memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT).

“Kontak serumah maupun kontak erat dengan pasien langsung kami periksa. Kalau positif langsung diobati, dan jika negatif kami berikan TPT (terapi pencegahan TBC),” jelasnya.

Dalam memaksimalkan proses penemuan kasus, Dinkes Kutai Timur saat ini mengandalkan fasilitas alat Tes Cepat Molekuler (TCM) di sejumlah fasilitas kesehatan. Ke depan, kapasitas deteksi ini diproyeksikan semakin meningkat menyusul rencana bantuan alat pemeriksaan baru dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, tantangan besar dalam penanganan TBC adalah kepatuhan berobat. Sumarno mengingatkan bahwa pasien yang menghentikan pengobatan di tengah jalan (putus berobat) berisiko mengalami TBC resistan obat yang jauh lebih sulit dan lama untuk disembuhkan.

Baca Juga  Pengenalan Ibadah Haji Sejak Usia Dini, Diikuti Ribuan Peserta Didik Jenjang TK

“Kalau pasien diobati tetapi putus dan tidak berlanjut sampai enam bulan, kuman bisa menjadi resistan terhadap obat,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes melibatkan kader pendamping minum obat di tingkat desa untuk memantau kedisiplinan pasien selama menjalani masa pengobatan.

Sumarno menegaskan, kunci utama keberhasilan eliminasi TBC terletak pada kecepatan penemuan dan kepatuhan penanganan kasus di lapangan.

“Semakin cepat ditemukan, semakin bagus. Kalau tidak segera ditemukan, penularan akan terus terjadi di masyarakat,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)

288Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA