Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), menyusul peralihan cuaca atau musim pancaroba yang berpotensi memicu lonjakan kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini digerakkan secara masif dengan melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), petugas surveilans, serta pemantauan berbasis Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno. (Meika/ sgtk)

“Kami mengandalkan kader Jumantik di lapangan, serta didukung oleh petugas surveilans dan pemantauan di setiap Puskesmas,” terang Sumarno, Rabu (7/10/2026).

Sumarno memaparkan, memasuki musim pancaroba, seluruh jajaran di tingkat fasilitas kesehatan telah diinstruksikan untuk bergerak cepat. Melalui SKDR, setiap Puskesmas rutin melaporkan data penyakit yang masuk untuk memantau tren kesehatan di masyarakat.

Sistem tersebut memungkinkan Dinkes mendeteksi secara dini apabila terjadi kenaikan kasus di suatu wilayah tertentu, sehingga intervensi pencegahan dapat segera dilakukan.

“Semua penyakit terdaftar dilaporkan oleh setiap Puskesmas. Dari situ akan terlihat jenis penyakit apa yang mengalami peningkatan,” imbuhnya.

Selain penguatan pemantauan lingkungan, Sumarno menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal DBD. Ia mengimbau agar warga tidak menunda membawa anggota keluarga yang sakit terutama anak-anak yang mengalami demam ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, penanganan yang cepat sangat krusial untuk mencegah perburukan kondisi pasien akibat DBD, mengingat gejala demam kerap kali memerlukan observasi ketat. Pihaknya juga meminta masyarakat agar mematuhi anjuran tenaga medis dan tidak terburu-buru meminta pasien pulang jika masih membutuhkan perawatan intensif.

“Begitu ada gejala, langsung bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk diperiksa. Jangan menunggu kondisinya berat,” tegasnya.

Baca Juga  Pelaksanaan Salat Ied di Masjid Al-Faruq Sangatta, Dipadati Puluhan Ribu Umat Muslim

Untuk mendukung penanganan yang cepat dan akurat, Dinkes Kutai Timur juga telah memperkuat fasilitas penunjang di pelayanan kesehatan. Rumah sakit kini telah dilengkapi dengan alat pemeriksaan cepat (rapid test), sehingga pasien yang datang dengan gejala demam bisa langsung terdeteksi.

Dengan sinergi antara pemantauan kader Jumantik, pelaporan SKDR yang aktif, serta kecepatan masyarakat dalam memeriksakan diri, Dinkes Kutai Timur optimistis potensi lonjakan kasus DBD selama musim pancaroba dapat diredam sejak dini. (adv/Diskominfo Kutim)

287Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah
DWP Dinas Perhubungan Kutai Timur Ajak Perempuan Cerdas Bermedia Digital

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA