
SANGATTAKU – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur mendorong Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kutai Timur memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur, Mahriadi, dalam kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan BPPD Kutai Timur periode 2026–2030 yang berlangsung di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Senin (28/9/2026).

Mahriadi menyampaikan, penyerahan SK kepengurusan BPPD menjadi awal dari amanah dan kerja sama untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kutai Timur.
“Bagi saya, penyerahan SK hari ini adalah awal dari sebuah amanat dan kerja sama untuk mendorong pariwisata Kabupaten Kutai Timur agar semakin maju,” jelasnya.
Menurutnya, Kutai Timur memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari kekayaan alam, budaya, sejarah hingga ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu dikelola dan dipromosikan secara optimal agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Karena itu, Mahriadi berharap BPPD dapat menjadi mitra strategis Dinas Pariwisata Kutai Timur dalam memperkuat promosi sekaligus membangun jaringan pariwisata.
“Kita tidak ingin berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan dunia usaha, komunitas, masyarakat, media, akademisi dan seluruh stakeholder pariwisata,” terangnya.

Ia menambahkan, BPPD diharapkan dapat membantu memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Kutai Timur secara lebih luas. Penguatan promosi tersebut diharapkan dapat membuka peluang meningkatnya kunjungan wisatawan sehingga turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Mahriadi juga mengajak seluruh pengurus BPPD yang menerima amanah untuk membangun kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai pihak serta mewujudkannya melalui aksi nyata.
“Yang paling penting, mari kita sama-sama bekerja sama, bersemangat, berkolaborasi, berkomunikasi dengan aksi yang nyata,” imbuhnya.
Selain memperkuat promosi, Mahriadi berharap kepengurusan BPPD periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor pariwisata Kutai Timur.
Ia juga menyinggung proses pembentukan kepengurusan BPPD sebelumnya yang berlangsung cukup panjang. Untuk periode mendatang, ia berharap proses pemilihan kepengurusan dapat berjalan lebih efektif dan tidak kembali mengalami proses yang berlarut-larut.
“Untuk periode yang akan datang apabila masa jabatan BPPD sudah berakhir, mungkin pemilihannya calon BPPD yang baru saya serahkan kepada BPPD yang terdaftar hari ini. Tidak alot seperti kemarin lagi, berpanjang sampai empat tahun,” jelasnya.
Mahriadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembentukan dan penetapan kepengurusan BPPD Kutai Timur. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, BPPD, dunia usaha, komunitas, masyarakat, media, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya dapat mendorong pariwisata Kabupaten Kutai Timur semakin dikenal serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (adv/Diskominfo Kutim)






















