
SANGATTAKU – Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendorong penanganan cepat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan di wilayahnya. Langkah taktis dan intervensi darurat dinilai sangat mendesak demi memastikan kelancaran aktivitas harian serta mobilitas perekonomian warga tetap berjalan normal tanpa hambatan.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, mengungkapkan bahwa tindakan tanggap darurat menjadi solusi jangka pendek yang harus segera dieksekusi guna mencegah laju kerusakan fisik jalan agar tidak semakin parah. Menurutnya, akses jalan yang memprihatinkan berpotensi mengganggu stabilitas transportasi dan melumpuhkan konektivitas antarwilayah di Rantau Pulung.
“Kami berharap ada tindakan cepat atau tanggap darurat untuk meminimalisasi kerusakan, sehingga aktivitas masyarakat tidak sampai lumpuh,” tegas Vita saat menyampaikan urgensi penanganan infrastruktur jalan di wilayahnya.
Selain memperjuangkan penanganan darurat, pihak Kecamatan Rantau Pulung secara berkesinambungan terus membangun komunikasi intensif dengan dinas teknis terkait di lingkungan Pemkab Kutim. Koordinasi terpadu tersebut dilakukan untuk memastikan program perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dapat dimasukkan ke dalam skala prioritas pembangunan daerah secara permanen.
Di sisi lain, Vita turut memberikan sorotan terhadap faktor penyebab percepatan kerusakan jalan, salah satunya tingginya frekuensi kendaraan dengan beban berlebih. Pihaknya mengimbau secara tegas kepada para pemilik maupun pengemudi angkutan untuk senantiasa mematuhi toleransi tonase armada mereka demi menjaga keawetan jalan.
“Kami mengimbau pengguna jalan agar memperhatikan beban atau kapasitas muatan kendaraan, sehingga kondisi jalan tidak semakin rusak parah,” pesannya.
Sinergi antara respons cepat pemerintah daerah dan kesadaran bersama para pengguna jalan diharapkan dapat memelihara keandalan infrastruktur publik di Rantau Pulung sembari menunggu realisasi program perbaikan secara menyeluruh dari dinas terkait. (adv/Diskominfo Kutim)





















