
SANGATTAKU – Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus berupaya memacu pertumbuhan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan berbagai potensi unggulan kawasan. Langkah strategi pengembangan wilayah tersebut difokuskan pada tiga pilar utama, yakni ketahanan pangan sektor pertanian, komoditas perkebunan, serta pengembangan produk olahan hasil perkebunan.

Sektor pertanian padi sawah menjadi salah satu tumpuan utama yang terus diakselerasi guna mendukung ketersediaan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Sementara pada sektor perkebunan, komoditas durian montong dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi yang berpeluang besar untuk dipasarkan secara meluas apabila dikelola melalui pola kemitraan yang terstruktur.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menjelaskan bahwa orientasi pembangunan ekonomi wilayahnya tidak lagi sekadar berfokus pada penjualan komoditas mentah, melainkan mendorong pengolahan pascapanen untuk menciptakan nilai tambah.
“Potensi yang kami miliki di Rantau Pulung di antaranya pertanian, khususnya padi sawah. Kemudian sektor perkebunan, salah satunya durian montong, serta potensi olahan hasil perkebunan,” ujar Vita.
Melalui sentuhan pengolahan produk turunan, hasil panen pertanian dan perkebunan diharapkan mampu memicu lahirnya unit-unit usaha baru bagi masyarakat serta memperkuat daya saing para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Guna mewujudkan ekosistem tersebut, pihak kecamatan mendorong hadirnya intervensi berkelanjutan berupa pendampingan teknis, peningkatan kapasitas SDM petani, penyediaan infrastruktur penunjang, hingga perluasan akses pemasaran.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadikan tiga potensi unggulan ini sebagai motor pendorong kemajuan ekonomi Rantau Pulung.
“Kami berharap potensi yang ada di Rantau Pulung dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dan perkebunan dapat diolah sehingga memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” harapnya. (adv/Diskominfo Kutim)





















