
SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), menyusul peralihan cuaca atau musim pancaroba yang berpotensi memicu lonjakan kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kutai Timur, Sumarno, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini digerakkan secara masif dengan melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), petugas surveilans, serta pemantauan berbasis Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

“Kami mengandalkan kader Jumantik di lapangan, serta didukung oleh petugas surveilans dan pemantauan di setiap Puskesmas,” terang Sumarno, Rabu (7/10/2026).
Sumarno memaparkan, memasuki musim pancaroba, seluruh jajaran di tingkat fasilitas kesehatan telah diinstruksikan untuk bergerak cepat. Melalui SKDR, setiap Puskesmas rutin melaporkan data penyakit yang masuk untuk memantau tren kesehatan di masyarakat.
Sistem tersebut memungkinkan Dinkes mendeteksi secara dini apabila terjadi kenaikan kasus di suatu wilayah tertentu, sehingga intervensi pencegahan dapat segera dilakukan.
“Semua penyakit terdaftar dilaporkan oleh setiap Puskesmas. Dari situ akan terlihat jenis penyakit apa yang mengalami peningkatan,” imbuhnya.
Selain penguatan pemantauan lingkungan, Sumarno menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal DBD. Ia mengimbau agar warga tidak menunda membawa anggota keluarga yang sakit terutama anak-anak yang mengalami demam ke fasilitas kesehatan.
Menurutnya, penanganan yang cepat sangat krusial untuk mencegah perburukan kondisi pasien akibat DBD, mengingat gejala demam kerap kali memerlukan observasi ketat. Pihaknya juga meminta masyarakat agar mematuhi anjuran tenaga medis dan tidak terburu-buru meminta pasien pulang jika masih membutuhkan perawatan intensif.
“Begitu ada gejala, langsung bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan untuk diperiksa. Jangan menunggu kondisinya berat,” tegasnya.
Untuk mendukung penanganan yang cepat dan akurat, Dinkes Kutai Timur juga telah memperkuat fasilitas penunjang di pelayanan kesehatan. Rumah sakit kini telah dilengkapi dengan alat pemeriksaan cepat (rapid test), sehingga pasien yang datang dengan gejala demam bisa langsung terdeteksi.
Dengan sinergi antara pemantauan kader Jumantik, pelaporan SKDR yang aktif, serta kecepatan masyarakat dalam memeriksakan diri, Dinkes Kutai Timur optimistis potensi lonjakan kasus DBD selama musim pancaroba dapat diredam sejak dini. (adv/Diskominfo Kutim)






















