Dinas Kesehatan Kutai Timur Perkuat Pembinaan Posyandu untuk Tekan Stunting

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur memperkuat pembinaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai langkah strategis menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Penguatan ini difokuskan melalui orientasi bagi tenaga kesehatan Puskesmas se-Kabupaten Kutai Timur yang digelar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (5/10/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati saat pemaparan materi. (Dok. Dinkes Kutim/ Meika)

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran vital dalam mendekatkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, terutama di tengah tantangan luasnya kondisi geografis wilayah Kutai Timur.

“Keberadaan Posyandu yang aktif dan berkualitas menjadi sangat penting,” ujar Yuwana dalam sambutannya. Seiring transformasi layanan kesehatan primer, Posyandu kini diarahkan untuk memberikan pelayanan terintegrasi berdasarkan siklus hidup mulai dari bayi, balita, hingga lanjut usia.

Penguatan pembinaan ini mendesak dilakukan mengingat cakupan pemantauan pertumbuhan anak masih perlu digenjot. Berdasarkan data PENTAS KUTIM dari aplikasi Sigizikesgas per 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 18.835 anak telah diukur.

Namun, rasio kehadiran balita yang ditimbang dibanding total sasaran (cakupan D/S) baru mencapai 54,91 persen, masih jauh dari target 100 persen. Dari jumlah tersebut, tercatat 2.422 anak mengalami stunting (12,86 persen), ditambah 434 kasus wasting (gizi buruk/kurang) dan 1.029 kasus underweight (berat badan kurang).

Variasi cakupan antar-wilayah juga cukup kontras. Puskesmas Karangan mencatat cakupan D/S tertinggi sebesar 99,05 persen, disusul Busang (86,70 persen) dan Muara Wahau I (83,52 persen). Sebaliknya, cakupan terendah tercatat di Puskesmas Sangkulirang (35,83 persen), Sepaso (40,25 persen), dan Kaubun (40,80 persen). Perbedaan ini menjadi acuan evaluasi bagi Dinas Kesehatan.

Baca Juga  DPRD Kutim Dorong Modernisasi UMKM Lokal
Dok. Dinkes Kutim/ Meika

Selain masalah gizi, Dinas Kesehatan juga menyoroti kesehatan ibu dan anak setelah tercatat adanya tujuh kasus kematian ibu dan/atau anak yang memerlukan perhatian serius. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan deteksi dini faktor risiko, peningkatan kualitas pelayanan, kesiapsiagaan kegawatdaruratan, serta sistem rujukan yang cepat dan efektif.

Dalam kegiatan orientasi tersebut, puluhan tenaga kesehatan Puskesmas dibekali berbagai materi teknis, mulai dari persiapan hari buka Posyandu, pelaksanaan pelayanan, pencatatan dan pelaporan, hingga 25 keterampilan dasar kader Posyandu serta integrasi lintas program.

Melalui inovasi PENTAS KUTIM, Dinas Kesehatan terus mendorong percepatan penginputan data agar hasil penimbangan dan pengukuran tercatat tepat waktu dan akurat.

Di akhir kegiatan, Yuwana berharap para tenaga kesehatan dapat menjadi agen penggerak di wilayah kerja masing-masing. Pembinaan kader yang berkelanjutan serta pemanfaatan data yang akurat diyakini mampu membuat pelayanan kesehatan masyarakat Kutai Timur semakin tepat sasaran. (adv/Diskominfo Kutim)

486Dibaca

Berita Terkait

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur
Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA
Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang
Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC
Masuki Musim Pancaroba, Dinkes Kutai Timur Perkuat Kewaspadaan DBD
Dinkes Kutai Timur Terjunkan Tujuh Penyuluh HIV ke Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:41 WITA

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:53 WITA

Dinkes Kutai Timur Pantau Kualitas Udara, PJJ Diberlakukan untuk Lindungi Anak dari ISPA

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:51 WITA

Dinkes Kutai Timur Periksa 118 Lokus untuk Percepat Penemuan Kasus TBC

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Keterbatasan Anggaran Tak Surutkan Pelayanan Adminduk Disdukcapil Kutai Timur

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:41 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinkes Kutai Timur Targetkan Eliminasi Filariasis, Kasus 2025 Tercatat Enam Orang

Jumat, 9 Okt 2026 - 08:11 WITA