Banyak Masalah Desa Bisa Diselesaikan Internal, Kepala DPMDes Kutim Imbau Jangan Langsung Unggah ke Medsos

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur, Basuni, mengkritik keras kecenderungan masyarakat yang langsung mem-viral-kan masalah di media sosial tanpa melalui prosedur penyelesaian yang berjenjang. DPMDes menekankan bahwa viralitas di media sosial sering kali membuat masalah di tingkat desa terkesan jauh lebih besar dari fakta yang sebenarnya.

Menurut Basuni, banyak persoalan yang terjadi di desa sebetulnya bisa diselesaikan secara internal, baik di tingkat desa, melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun di tingkat kecamatan. Namun, karena informasi tersebut terlanjur tersebar dan viral di media sosial, penyelesaian masalah menjadi semakin rumit dan menjadi konsumsi publik sebelum sempat ditangani sesuai prosedur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni (7)
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kutai Timur (DPMDes Kutim), Muhammad Basuni. (bl/sangattaku)

“Harusnya berjenjang, jangan tiba-tiba langsung ke atas. Ada tahapan-tahapannya, kecamatan punya peranan penting. Yang terjadi sekarang langsung loncat ke atas, padahal bisa diselesaikan di bawah,” ujar Basuni.

Basuni menjelaskan bahwa mekanisme penyelesaian yang benar harus mengedepankan komunikasi dan musyawarah di tingkat terbawah. Lompatan prosedur ini, menurutnya, tidak hanya menghambat penyelesaian, tetapi juga menciptakan citra negatif yang tidak proporsional mengenai tata kelola pemerintahan desa.

Staf pendamping DPMDes menambahkan, di era digital saat ini, hampir segala kejadian di desa dengan cepat diunggah dan menjadi viral. Pihaknya menyadari peran media yang terkadang turut ‘menggoreng’ isu, sehingga masalah yang sebenarnya sederhana tampak ramai dan besar. Padahal, inti permasalahannya dapat dikomunikasikan dan diselesaikan secara internal.

“Karena ini sudah keburu di-upload, dari luar terlihat seperti banyak sekali masalah. Padahal kalau dikomunikasikan dengan baik, bisa diselesaikan di tingkat desa atau kecamatan,” jelas staf pendamping tersebut.

Baca Juga  Polres Kutai Timur Berhasil Ungkap Kasus TPPO di Salah Satu Cafe di Sangatta

Basuni menegaskan bahwa meskipun transparansi publik di desa adalah hal yang krusial dan didorong oleh DPMDes, penyelesaian masalah harus tetap berpedoman pada mekanisme prosedural yang benar. DPMDes saat ini mendorong desa untuk membangun sistem informasi desa digital demi meningkatkan keterbukaan. Tercatat, hingga kini sudah ada sekitar 40 desa di Kutai Timur yang memiliki sistem digital tersebut.

Namun, implementasi sistem informasi dan transparansi ini harus berjalan seiring dengan ketaatan terhadap tahapan penyelesaian masalah yang berlaku. DPMDes berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan dan komunikasi agar masalah tidak langsung ‘meledak’ di ranah media sosial. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan desa adalah hal yang positif, namun DPMDes meminta agar laporan yang masuk tetap diarahkan melalui kanal-kanal resmi pemerintah daerah, seperti Inspektorat Wilayah (Itwil), bukan melalui proses viral di media sosial.

“Transparansi itu penting, tapi penyelesaian masalah juga harus tetap melalui prosedur yang benar. Tidak bisa langsung main viral di media sosial,” tegasnya, menutup penjelasannya mengenai pentingnya kepatuhan prosedur di tengah derasnya arus informasi digital. (adv/Diskominfo Kutim)

960Dibaca

Berita Terkait

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas
Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali
Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:34 WITA

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas

Senin, 2 November 2026 - 14:28 WITA

Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Berita Terbaru