Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kutim Pantau Perkembangan Cuaca

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemarau panjang, meskipun hujan berintensitas ringan hingga sedang mulai turun di sejumlah wilayah setempat.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menyatakan bahwa kondisi daerahnya saat ini belum masuk kategori kekeringan parah. Meskipun begitu, pemerintah daerah tetap mengambil langkah antisipasi dan memantau perkembangan cuaca secara berkala apabila musim kering berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. (Meika/ sgtk)

Langkah antisipasi ini didasarkan pada pola cuaca yang pernah terjadi di wilayah Kutai Timur pada 1997 dan 2015. Pada dua periode tersebut, musim kemarau tercatat berlangsung panjang hingga melintasi akhir tahun, yakni bulan Desember.

“Di Kutim secara normal tidak terlalu kekeringan. Kalau berkaca kepada tahun 1997 dan 2015, kemaraunya sampai Desember. Kita khawatirnya di situ,” ujar Mahyunadi usai mengikuti salat istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Sangatta, Rabu (9/9/2026).

Lebih lanjut, Mahyunadi menilai hujan yang sempat mengguyur sejumlah desa dan pemukiman warga belum menjadi indikator pasti berakhirnya musim kemarau. Menurutnya, pola cuaca serupa pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, ketika hujan hanya turun singkat sebelum kembali disusul kekeringan panjang.

Melihat kondisi cuaca yang belum stabil, Pemkab Kutim membuka peluang untuk kembali menyelenggarakan salat istisqa berjemaah apabila hujan belum turun secara merata dalam waktu dekat. Hingga saat ini, ibadah meminta hujan tersebut sudah diselenggarakan sebanyak dua kali oleh pemerintah daerah bersama masyarakat Kutai Timur.

“Salat istisqa itu pada zaman yang dulu tidak dilakukan hanya sekali. Dilakukan berkali-kali. Yang sudah hujan kemarin kita mintakan lagi kepada Allah, mudah-mudahan hujannya dilebatkan, yang memberi berkah pada Kutim,” pungkas Mahyunadi. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Penanganan Rumah Tak Layak Huni di Kutim Terkendala Luas Wilayah dan Anggaran
Pemkab Kutim Siapkan 150 Rumah Layak Huni, Penerima Diverifikasi Langsung
Bawa 12 Tuntutan, FPBM-KASBI Sepakati Berita Acara Bersama Pemkab Kutim untuk Dikirim ke Pusat
Dinas Perkim Kutim Masih Sisakan 11 Paket Pembayaran Kegiatan 2025
Baru 50 dari 800 Sekolah Terjangkau, DP3A Kutim Genjot Pembentukan Fasilitator SPRA
Jelang Porprov, H. Junaidi Calon Ketua Koni Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Atlet Kutim
Kapolres Kutai Timur Ajak Personel Perkuat Mental dan Spiritual dalam Bertugas
HUT ke-29 SMAN 1 Sangatta Utara, IKA HIPMA-KT Dorong Generasi Unggul dan Berkarakter

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 01:36 WITA

Penanganan Rumah Tak Layak Huni di Kutim Terkendala Luas Wilayah dan Anggaran

Jumat, 11 September 2026 - 01:31 WITA

Pemkab Kutim Siapkan 150 Rumah Layak Huni, Penerima Diverifikasi Langsung

Jumat, 11 September 2026 - 01:17 WITA

Bawa 12 Tuntutan, FPBM-KASBI Sepakati Berita Acara Bersama Pemkab Kutim untuk Dikirim ke Pusat

Kamis, 10 September 2026 - 16:36 WITA

Dinas Perkim Kutim Masih Sisakan 11 Paket Pembayaran Kegiatan 2025

Kamis, 10 September 2026 - 09:48 WITA

Baru 50 dari 800 Sekolah Terjangkau, DP3A Kutim Genjot Pembentukan Fasilitator SPRA

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Penanganan Rumah Tak Layak Huni di Kutim Terkendala Luas Wilayah dan Anggaran

Jumat, 11 Sep 2026 - 01:36 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Pemkab Kutim Siapkan 150 Rumah Layak Huni, Penerima Diverifikasi Langsung

Jumat, 11 Sep 2026 - 01:31 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Dinas Perkim Kutim Masih Sisakan 11 Paket Pembayaran Kegiatan 2025

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:36 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Baru 50 dari 800 Sekolah Terjangkau, DP3A Kutim Genjot Pembentukan Fasilitator SPRA

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:48 WITA