Fraksi Nasdem Setujui RAPBD Kutai Timur 2025 Senilai Rp11,151 Triliun

Rabu, 27 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kabupaten Kutai Timur menyatakan persetujuannya terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Nasdem, Kajan Lahang, dalam Rapat Paripurna ke-22 DPRD Kutai Timur di Ruang Sidang Utama DPRD Kutai Timur, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Selasa (26/11/2024).

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kutai Timur, Kajan Lahang. (MK/ sgtk)

Dalam pandangan akhirnya, Fraksi Nasdem mencatat adanya peningkatan signifikan dalam RAPBD 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Total pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp11,151 triliun, meningkat dari APBD 2024 yang sebesar Rp9,148 triliun sebelum perubahan.

“Bahwa melihat dari besaran nominal-nominal RAPBD 2025 tersebut di atas dengan membandingkan APBD Tahun 2024 maka terlihat kenaikan yang cukup banyak, namun apabila dilihat dari APBD Perubahan 2024 yang terjadi perubahan karena beberapa faktor terutama pada Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024 yaitu lebih dari 50 persen maka kami menilai Rancangan APBD TA 2025 sebagaimana di atas dapat diterima,” jelas Kajan Lahang.

Rincian belanja daerah dalam RAPBD 2025 yang mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer, totalnya mencapai Rp11,136 triliun. Angka ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan APBD 2024 yang sebesar Rp9,123 triliun sebelum perubahan.

Dari sisi pembiayaan daerah, terjadi peningkatan signifikan pada penerimaan pembiayaan dari Rp0 menjadi Rp1,579 triliun. Sementara pengeluaran pembiayaan meningkat dari Rp33 miliar menjadi Rp46,5 miliar.

Fraksi Nasdem menekankan bahwa RAPBD 2025 telah disusun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Anggaran ini juga diselaraskan dengan visi RPJPD Kabupaten Kutai Timur sebagai “Pusat Hilirisasi Sumber Daya Alam yang Maju, Inklusif dan Berkelanjutan.”

Baca Juga  Kembali, Masih Ditemukan Warga Yang Reaktif Saat Sidak Swab Antigen Acak di Tempat Tongkrongan

“Fraksi Partai Nasdem menyatakan menerima dan menyetujui Raperda RAPBD Tahun 2025 untuk disahkan dan ditetapkan menjadi Perda,” tegas Kajan Lahang mengakhiri pandangan akhirnya. (AD01/ DPRD)

1.2kDibaca

Berita Terkait

Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik
RTRW Provinsi Direvisi, Regulasi Kutai Timur Perlu Disesuaikan
Kutai Timur Tarik Dua Raperda, Regulasi dan Prosedur Jadi Pertimbangan
P-KUA dan P-PPAS 2026 Disepakati dalam Paripurna DPRD Kutai Timur
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur: Pendapatan Rp5,73 Triliun, Belanja Rp5,71 Triliun
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Sebesar Rp5,71 Triliun, Ini Rencana Alokasinya
Proyeksi APBD 2026 Kutai Timur Rp5,73 Triliun, Target PAD Hanya Sekitar 7,6 persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Bupati Ardiansyah Dorong Transformasi Ekonomi Kutai Timur, Pertumbuhan 2027 Ditarget 5-6 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:01 WITA

RTRW Provinsi Direvisi, Regulasi Kutai Timur Perlu Disesuaikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Kutai Timur Tarik Dua Raperda, Regulasi dan Prosedur Jadi Pertimbangan

Sabtu, 26 September 2026 - 08:04 WITA

P-KUA dan P-PPAS 2026 Disepakati dalam Paripurna DPRD Kutai Timur

Berita Terbaru