SANGATTAKU – Perhelatan Pekan Raya Kutim Expo 2026 yang berlangsung sejak 12 hingga 18 Oktober 2026 resmi ditutup oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi. Di balik kemeriahan pameran tahun ini, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatatkan capaian gemilang dengan total perputaran transaksi menembus angka Rp4,25 miliar.

Bagi pemerintah daerah, capaian miliaran rupiah tersebut menjadi bukti konkret bahwa pameran ini bukan sekadar agenda seremonial atau sarana hiburan musiman semata. Lebih dari itu, Kutim Expo telah bertransformasi menjadi ruang strategis untuk menampilkan potensi daerah, mempromosikan produk unggulan, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang riil di tingkat lokal.
Kendati demikian, Mahyunadi menegaskan bahwa angka penjualan fantastis tersebut tidak boleh berhenti sekadar menjadi laporan statistik yang habis saat acara usai. Ia mendorong agar produk-produk lokal yang sukses mencuri perhatian pengunjung selama sepekan terakhir dapat terus berlanjut, konsisten, dan menembus pasar yang jauh lebih luas.
“Pameran ini boleh berakhir malam ini. Namun, semangat pembangunan ekonomi Kabupaten Kutai Timur tidak boleh berakhir,” tegas Mahyunadi di hadapan para pelaku usaha, panitia, serta masyarakat yang memadati malam penutupan.
Lebih jauh, ia mengaitkan kesuksesan ekonomi kerakyatan ini dengan visi besar pembangunan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, kemandirian daerah harus diwujudkan secara nyata melalui optimalisasi potensi lokal, penguatan kapasitas masyarakat, serta langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor saja.
Pemerintah daerah berharap, kolaborasi lintas sektor yang terbangun erat selama pelaksanaan Kutim Expo 2026 mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, aparat keamanan, hingga para pelaku UMKM dapat terus dirawat. Target jangka panjangnya, geliat ekonomi kerakyatan ini mampu bermuara langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan pekerjaan baru, serta naiknya kualitas hidup warga Kutai Timur secara berkelanjutan. (Mk/ sgtk)





















