BELA NEGARA DALAM PEREKONOMIAN

Era Digitalisasi saat ini telah menimbulkan banyak persoalan yang serius terhadap patriotisme dan nasionalisme bangsa kita, teknologi di segala bidang terutama teknologi informasi suatu keniscayaan yang tidak bisa kita hindari dimana masyarakat bisa dengan mudahnya mengakses informasi yang baik bahkan yang buruk sekalipun melalui jejaring internet  di seluruh dunia. Hal ini nyata berdampak pada kehidupan di masyarakat kita pada saat ini. Akibat tak terbendungnya informasi-informasi tersebut  dampaknya  diantaranya makin rendah dan memudarnya nilai-nilai budaya bangsa, menurunnya rasa solidaritas sosial, munculnya faham radikalisme yang mengancam negara.

BELA NEGARA DALAM PEREKONOMIAN
(gbr: ilustrasi)

Bebicara bela negara tentulah di benak kita akan terlintas suatu tidakan upaya pembelaan mempertahankan yang dijiwai rasa kecintaan kepada bangsa dan negara, arti bela negara sendiri sebenarnya sikap atau perilaku warga negara yang dijiwai oleh rasa nasionalisme terhadap NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap ini dilandasi oleh konstitusi kita UUD 1945 pasal 27 ayat 3 “ Setiap Warga Negara Berhak dan Wajib Ikut Serta Dalam upaya Pembelaan Negara “dalam hal ini setiap warga negara mempunyi kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara  baik fisik maupun non fisik. Adapun pengertian fisik artinya kita membela negara dengan suatu tindakan yang  terlihat seperti misalnya dengan mengangkat senjata ikut mempertahankan negara sedangkan untuk non fisik artinya kita melakukan bela negara dengan melakukan kegiatan yang tidak terlihat tetapi berdampak sebagai contoh rasa nasionalisme kita terhadap negara.

Dari era perjuangan sampai di era milenial banyak jargon  yang diucapkan masyarakat dalam upaya  membela negara  seperti yang sering terdengar pekikkan jargon  NKRI harga mati, Aku Pancasila ,Aku Indonesia  sebagai perlawanan atas situasi dan kondisi saat ini yang dirasakan rawan perpecahan diantara anak bangsa, apalah artinya sebuah slogan sebagus apapun itu kalau  hanya di mulut saja, kalau  pada kenyataanya kita belum bisa mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari .

Baca Juga  World Tourism Day 2022, Kadispar Kutim Siapkan Rancangan Kunjungan Wisata

Di saat dunia dilanda Covid-19, kita ketahui bahwa banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya, dan beralih ke UMKM. Implementasi upaya  bela negara dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contohnya yang dapat kita terapkan dengan hal-hal yang bermanfaat di kehidupan keseharian kita , bela negara bisa kita lakukan dimulai dari diri kita sendiri sebagi contoh kita juga harus mendorong usaha usaha kecil seperti UMKM agar usaha-usaha menengah ke bawah bisa terbantu dan bersaing dengan produk luar negeri. Kita sadari di era pak Jokowi  ini perekonomian Indonesia memang sudah mulai membaik, dan masyarakat yang mempunyai usaha-usaha kecil sudah mulai membaik , hingga para investor juga sudah mulai Kembali berinvestasi di negara kita, para wisatawan juga sudah mulai berdatangan ke Indonesia. Dengan kondisi ekonomi yang sudah mulai membaik ini kita juga harus selalu memperkenalkan dan bangga dengan budaya kita sendiri, dengan demikian kita termasuk salah satu dari masyarakat yang membela negara dan cinta tanah air.

Semoga dengan semakin majunya era digital ini kita bisa membangkitkan semangat bela negara kita dengan memasarkan produk menggunakan digitalisasi dan dengan membuat konten-konten edukatif yang dapat membuat masyarakat itu sendi tahu apa aitu bela negara, patriotisme, dan cinta tanah air.

Oleh : Muhammad Farras Nasrida
       (Peserta Latsar CPNS Angkatan XXVII Puslatbang KDOD)
No tags for this post.