Cegah Gagal Ginjal pada Anak, Novel Minta Pemerintah Berikan Wadah untuk PKL

Rabu, 7 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paembonan, menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mencegah gagal ginjal pada anak. Novel menekankan bahwa faktor lingkungan, pola makan, dan tingkat kesejahteraan keluarga menjadi penyebab utama terjadinya kasus gagal ginjal. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah saat ini tengah menyusun peraturan yang melarang promosi makanan yang terlalu manis, yang sering kali menjadi pemicu sindrom metabolik dan diabetes pada anak-anak.

“Gagal ginjal itu diakibatkan oleh pola hidup atau gaya hidup. Banyak anak-anak yang kena diabetes, itu dinamakan sindrom metabolik. Hal tersebut diakibatkan pola makan yang tidak sehat. Salah satu sumbernya itu konsumsi makanan. Itu bisa jadi dari jajanan sekolah, maupun di toko-toko,” ujar Novel.

Novel mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjual makanan dan jajanan kepada anak-anak. Ia menyarankan agar PKL ini diberi arahan dan wadah untuk berjualan makanan yang sehat. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa makanan yang dijual aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

“Contoh, penjual pentol, teh manis dan dagangan lainnya, mereka diakomodir agar punya wadah, supaya kita punya waktu memberikan pengarahan kepada mereka untuk berjualan makanan sehat,” ucapnya.

Selain itu, Novel juga meminta agar pemerintah memberikan modal kepada para pedagang agar mereka merasa diperhatikan dan mau mendengarkan arahan yang nantinya akan diberikan.

“Tanya modal mereka cukup tidak. Misalnya, mereka yang berjualan menggunakan sepeda, kan kasian. Masa Pemerintahan tidak bisa bantu mereka. Para pedagang ini bisa diberikan kredit lunak agar dapat mencicil motor, supaya bisa digunakan untuk berjualan. Ini lebih manusiawi,” tambahnya.

Baca Juga  Lebih Dekat Dengan Basti Sangga Langi - Pejuang Buruh Dari Partai Amanat Nasional

Novel menegaskan bahwa upaya ini penting untuk melindungi anak-anak dari bahaya gagal ginjal dan memastikan mereka tidak terpapar bahan-bahan berbahaya dari makanan yang dijual di lingkungan mereka.

“Ini juga untuk anak-anak kita. Jadi kita tidak takut lagi ada bahan-bahan berbahaya di jualannya, seperti bahan pewarna dan bahan makanan yang tidak layak,” pungkas Novel. (AD01/DPRD)

1.2kDibaca

Berita Terkait

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas
Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali
Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:34 WITA

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas

Senin, 2 November 2026 - 14:28 WITA

Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Berita Terbaru