
SANGATTAKU – Aktivitas Pasar Induk Sangatta Utara Menurun, Pembeli Berkurang 50-60 Persen
SANGATTA, SANGATTAKU – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Sangatta Utara mengalami penurunan drastis. Jumlah pembeli dilaporkan berkurang hingga 50 sampai 60 persen akibat lesunya daya beli masyarakat yang dipicu oleh perlambatan ekonomi.

Plt. Kepala UPT Pasar Sangatta Utara, Muhammad Ali Yusuf, menjelaskan bahwa penurunan belanja pengunjung saat ini jauh berbeda dari kondisi normal. Masyarakat kini berbelanja secara lebih selektif dan hanya membeli barang sesuai kebutuhan pokok.
“Penurunan belanja pengunjung tidak seperti biasanya karena mereka membeli sesuai kebutuhan saja. Yang biasanya beli 2 kg, sekarang cuma 0,5 kg,” ujar Ali, Kamis (24/9/2026).
Meski demikian, Ali menyebutkan bahwa kondisi tersebut tidak merata. Sejumlah pelanggan setia terpantau masih konsisten mendatangi pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan komunikasinya dengan pengelola di daerah lain, fenomena penurunan aktivitas pasar ini juga dirasakan di berbagai wilayah.
Selain faktor ekonomi, aktivitas perdagangan khususnya bagi pedagang sayur turut terkendala oleh faktor cuaca. Musim panas yang sedang berlangsung berdampak langsung pada produksi serta pasokan dari tingkat petani.
“Khususnya di sayur-sayuran. Itu memang agak terkendala, susah dari petaninya untuk jual karena memang musim panas, cuaca ini tidak mendukung,” terangnya.
Dampak dari minimnya pasokan ini berimbas pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, seperti cabai, bawang, dan daging ayam. Kendati harga mengalami kenaikan, Ali mengatakan sejauh ini tidak ada keluhan dari para konsumen. Masyarakat dinilai lebih mengutamakan ketersediaan barang di pasaran.
“Yang penting ada barang,” imbuhnya.
Menanggapi situasi ini, pihak pengelola Pasar Induk Sangatta Utara berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal dengan sumber daya yang ada. Ali berharap kondisi perekonomian makro dapat segera pulih.
Sebagai penutup, ia turut mengajak masyarakat luas untuk tetap menjadikan pasar tradisional sebagai destinasi utama berbelanja guna menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
“Belanjalah di Pasar Induk untuk membantu perekonomian masyarakat kecil karena memang banyak sekali pedagang yang ada di Pasar Induk ini, bahkan langsung dari petani. Kalau memang mau membantu, belanjalah, ramaikanlah Pasar Induk untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)






















