Diskominfo Staper Kutai Timur Kaji Ulang Data Blank Spot untuk Sinkronisasi Pusat

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur melakukan kaji ulang terhadap data blank spot di wilayahnya. Langkah strategis ini merupakan hasil dari koordinasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna mensinkronkan data antara Kementerian Komdigi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Plt. Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Staper Kutai Timur, Muhammad Ihsan Hafid. (Meika/ sgtk)

Plt. Kepala Bidang Infrastruktur TIK dan Persandian Diskominfo Staper Kutai Timur, Muhammad Ihsan Hafid, menjelaskan bahwa kaji ulang data blank spot ini penting untuk menyelaraskan informasi agar penanganan infrastruktur telekomunikasi di daerah menjadi lebih tepat sasaran.

Selain fokus pada kaji ulang data blank spot, Diskominfo Staper Kutai Timur juga mencatat sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori sinyal lemah. Tujuh wilayah yang menjadi fokus penanganan tersebut meliputi Kecamatan Sandaran, Batu Ampar, Muara Bengkal, Telen, Muara Ancalong, Long Mesangat, dan Busang.

“Hasil dari koordinasi dengan Komdigi, kita nanti kaji ulang data blank spot di Kutai Timur untuk mensinkronkan data dari Kementerian Komdigi dan Kemendagri. Di sisi lain, tujuh kecamatan seperti Sandaran, Batu Ampar, Muara Bengkal, Telen, Muara Ancalong, Long Mesangat, dan Busang juga kami masukkan sebagai wilayah yang mengalami sinyal lemah,” ujar Ihsan saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Diskominfo Staper Kutai Timur.

Ihsan menambahkan, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah tidak sepenuhnya blank spot, melainkan sudah terjangkau jaringan namun kualitasnya masih lemah akibat keterbatasan kapasitas base transceiver station (BTS).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, data yang telah dikaji ulang dan disinkronkan ini akan menjadi dasar pengajuan permohonan pembangunan serta penambahan BTS kepada kementerian terkait. Usulan ini turut dihimpun dari surat permohonan resmi desa-desa yang kemudian diteruskan oleh pemerintah daerah ke pusat.

Baca Juga  Kunjungi Budidaya Maggot di Sleman, Ketua DPRD Kutim Lihat Peluang Pemanfaatan Sampah Organik

Melalui sinkronisasi dan kaji ulang data blank spot ini, Diskominfo Staper Kutai Timur berharap pemerataan akses telekomunikasi dan internet bagi masyarakat di seluruh kecamatan dapat segera terwujud secara optimal. (adv/Diskominfo Kutim)

602Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA