Kasus ISPA di Kutim Meningkat, Dinkes Perkuat Kewaspadaan Penyakit Sensitif Iklim

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat tren peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Lonjakan tertinggi terjadi pada bulan Mei, yang beriringan dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan bahwa paparan asap karhutla sangat erat kaitannya dengan gangguan pernapasan, seperti sesak napas.

“Tren kasus dari Januari hingga Agustus ini menunjukkan adanya kenaikan yang cukup mencolok, terutama pada Mei lalu seiring terjadinya karhutla. Kondisi ini memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya peningkatan kasus ISPA,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Selain ISPA, Dinkes Kutim turut mewaspadai ancaman penyakit lain yang dipicu oleh perubahan lingkungan dan iklim ekstrem, seperti dehidrasi dan diare, yang kerap mengintai masyarakat saat musim kemarau dan fenomena El Nino.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kutim telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Penyakit Sensitif Iklim pada 31 Agustus 2026. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi risiko kesehatan akibat cuaca maupun karhutla.

“Upaya preventif terus kami kedepankan, tidak hanya merespons saat warga sudah jatuh sakit. Kami juga menyiapkan logistik kesehatan untuk melindungi masyarakat dan petugas di lapangan yang rentan terpapar asap, dehidrasi, maupun diare akibat kemarau panjang,” imbuhnya.

Sebagai langkah dukungan penanganan di lapangan, Dinkes Kutim telah mendistribusikan logistik berupa masker bagi masyarakat terdampak asap serta vitamin bagi petugas penanggulangan. Kebutuhan tersebut didata berdasarkan rekapitulasi dari setiap kecamatan agar penyalurannya tepat sasaran.

Mekanisme distribusi logistik kesehatan ini dapat diakses masyarakat melalui Puskesmas setempat, atau diajukan secara langsung ke tingkat kabupaten apabila instansi terkait membutuhkan dukungan tambahan.

Baca Juga  Gandeng KPAD, Dinkes Kutim Gelar Sosialisasi SIP AIDS dan Tata Kelola LMKS

Di tengah tren ISPA yang masih memerlukan perhatian ketat, Dinkes Kutim mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapat penanganan medis secara cepat dan tepat. (adv/Diskominfo Kutim)

594Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA