
SANGATTAKU – Pembangunan sistem digital olahraga di Kutai Timur menyisakan pekerjaan yang tidak kalah penting, yakni memastikan pembinaan atlet tetap berjalan di lapangan. Sebab, keberadaan aplikasi tidak serta-merta mengubah kemampuan atlet tanpa diikuti latihan dan pendampingan yang konsisten.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak dipahami sebagai jawaban atas seluruh persoalan olahraga. Menurutnya, sistem digital hanya membantu pekerjaan pembinaan, sedangkan peningkatan kemampuan atlet tetap membutuhkan proses yang dilakukan secara langsung.

“Teknologi itu hanya alat,” jelas Mahyunadi, Senin (21/9/2026).
Ia menilai faktor latihan, disiplin, kerja keras dan mental bertanding tetap menjadi bagian utama dalam perjalanan seorang atlet. Hal tersebut tidak dapat digantikan oleh sistem yang dibangun melalui teknologi.
Persoalan tersebut sekaligus menempatkan pembinaan sebagai pekerjaan yang harus tetap mendapat perhatian setelah sistem digital diterapkan. Pemerintah memiliki peran menyediakan fasilitas, KONI menjalankan pembinaan, sedangkan pelatih bertugas meningkatkan pengetahuan dan kemampuan atlet.
Di sisi lain, atlet menjadi pihak yang menjalani seluruh proses tersebut. Kemampuan yang diperoleh dari latihan akan terlihat ketika atlet mengikuti pertandingan dan menghadapi tekanan kompetisi.
Mahyunadi menekankan, penggunaan teknologi seharusnya memperkuat kerja masing-masing pihak, bukan mengambil alih peran mereka. Aplikasi dapat membantu menyediakan informasi mengenai atlet, tetapi pembinaan tetap membutuhkan keputusan dan tindakan di lapangan.
Artinya, keberhasilan sistem digital nantinya tidak hanya dapat dilihat dari apakah aplikasi telah dibuat atau digunakan. Manfaatnya juga bergantung pada sejauh mana informasi yang tersedia dapat mendukung kerja pelatih, KONI dan pemerintah dalam membina atlet.
Hal itu menjadi bagian dari tantangan penerapan sistem olahraga berbasis teknologi di Kutai Timur. Pembangunan sistem perlu berjalan beriringan dengan pembinaan yang berkelanjutan agar teknologi tidak berhenti sebagai fasilitas administratif.
Mahyunadi pun menempatkan prestasi sebagai hasil dari proses yang lebih panjang. Latihan yang teratur, kedisiplinan, kerja keras dan kesiapan menghadapi pertandingan tetap menjadi bagian utama yang harus dijalani atlet untuk mencapai prestasi. (adv/Diskominfo Kutim)






















