Dinkes Kutai Timur Imbau Pembuka Lahan Periksa Malaria ke Puskesmas

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur mengimbau masyarakat yang melakukan pembukaan lahan untuk berkoordinasi dengan Puskesmas setempat dan menjalani pemeriksaan malaria.

Imbauan ini disampaikan seiring ditemukannya 118 kasus malaria di sejumlah wilayah Kutai Timur. Pemeriksaan dini dinilai penting, terutama bagi warga yang beraktivitas di kawasan yang sebelumnya merupakan wilayah berhutan atau rawan penularan.

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinkes Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan bahwa pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat warga yang terinfeksi.

“Siapapun itu kalau melakukan pembukaan lahan, baik itu yang secara mandiri, biasanya kelompok tani atau yang lewat perusahaan, mohon bisa selalu berkoordinasi dengan Puskesmas setempat sehingga nanti kita bisa melakukan pemeriksaan malarianya, sampel darah malarianya,” terang Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Yuwana menjelaskan, kasus malaria di Kutai Timur kini tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang selama ini dikenal dekat dengan kawasan hutan, seperti Kecamatan Sandaran dan Kecamatan Sangkulirang. Kasus baru juga mulai menunjukkan peningkatan di Kecamatan Sangatta Selatan.

Berdasarkan data Dinkes, kasus tertinggi saat ini tercatat di Desa Tadoan, Kecamatan Sandaran. Sementara di Kecamatan Sangkulirang, kasus ditemukan di kawasan Bual-Bual dan Tepian Terap. Adapun di Kecamatan Sangatta Selatan, tercatat adanya penambahan sembilan kasus.

“Dulu malaria ini yang ada kan misalnya di Sandaran, Sangkulirang, yang memang daerah-daerah hutan begitu ya. Nah, ternyata ini Sangatta Selatan pun sudah banyak juga ini kasus malaria,” jelasnya.

Malaria sendiri ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit Plasmodium. Karena itu, Yuwana mengingatkan agar aktivitas masyarakat di kawasan hutan maupun pembukaan lahan diimbangi dengan kewaspadaan tinggi terhadap risiko penularan.

Baca Juga  Tanggapi Rencana Penataan STQ, Hasdiah: Pemerintah Ingin Kembalikan Fungsi Olahraga dan RTH

Jika ditemukan warga yang positif terinfeksi, Dinkes Kutai Timur akan langsung memberikan pengobatan serta menggalakkan upaya pencegahan, termasuk mendistribusikan kelambu berinsektisida.

“Kalau memang positif kita akan lakukan pemberian obat ya, pencegahan karena tetap harus dilakukan obat pencegahan dan juga pemberian kelambu. Ya, ada itu kelambu yang memang sudah termasuk ada insektisidanya untuk membunuh nyamuk malaria tadi,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Dinkes Kutai Timur juga memperketat pelacakan terhadap kasus-kasus baru. Laporan dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan akan ditindaklanjuti oleh petugas surveilans epidemiologi untuk turun langsung ke lapangan menelusuri sumber penularan.

“Biasanya kan mereka tidak lapor, tapi begitu sudah sakit mau tak mau kan ke rumah sakit. Nah, nanti dari rumah sakit ada laporan ke kami. Kami tindak lanjuti, kami kejar. Dia dapatnya dari mana? Kita turun ke lapangan nanti petugas surveilans epidemiologinya,” imbuh Yuwana.

Yuwana menegaskan, infeksi malaria perlu ditangani sejak dini karena berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Salah satu komplikasi yang paling diwaspadai adalah malaria serebral, yakni ketika parasit telah menyerang organ otak dan berakibat fatal.

“Ada yang paling berbahaya namanya malaria serebral ya. Jadi sampai ke otak. Kalau sudah menyerang otak akhirnya pasiennya bisa meninggal. Itu yang paling bahaya,” tegasnya.

Ke depan, Dinkes Kutai Timur akan terus memantau perkembangan kasus di sejumlah wilayah, sembari kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha pembukaan lahan agar proaktif berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat. (adv/Diskominfo Kutim)

815Dibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
HUT ke-62 Golkar, Khairuddin Ingatkan Pentingnya Persatuan Antarkader

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:59 WITA

TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur

Berita Terbaru