Layanan HIV di Kutim Gratis dan Rahasia, Dinkes Tekankan Pemeriksaan Sukarela

Minggu, 20 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan pemeriksaan dan pengobatan HIV dapat diakses masyarakat tanpa biaya. Layanan tersebut mengedepankan kerahasiaan identitas pasien, sementara proses pemeriksaan dilakukan atas dasar kesadaran sukarela.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan pemeriksaan HIV tidak boleh dilakukan secara paksa. Menurutnya, edukasi masif diperlukan agar masyarakat memahami pentingnya mengetahui status kesehatan sejak dini guna menekan stigma negatif di tengah warga.

Ia menerangkan, infeksi HIV pada tahap awal tidak selalu menunjukkan gejala. Kondisi inilah yang membuat deteksi dini krusial agar pengobatan dapat segera dimulai sebelum virus berkembang.

“Tidak ada salahnya melakukan deteksi dini. Tujuannya agar jika hasilnya positif, pengobatan bisa langsung dimulai,” jelas Yuwana pada Sangattaku.com.

Bagi pasien yang dinyatakan positif, pemerintah menanggung penuh biaya pengobatan melalui pemberian obat Antiretroviral (ARV). Terapi ini wajib dijalankan secara rutin dan berkala dipantau melalui pemeriksaan viral load untuk mengukur tingkat keberhasilannya.

“Setelah diberi ARV, pengobatan harus rutin. Sekian bulan kemudian, kami lakukan pemeriksaan viral load untuk melihat keberhasilan terapinya,” terangnya.

Guna menepis ketakutan masyarakat, Dinkes Kutim menjamin kerahasiaan identitas pasien selama mengakses layanan. Puskesmas yang memiliki tim khusus HIV telah disiagakan dengan ketersediaan obat, sementara rumah sakit menyediakan ruang atau klinik khusus penanganan.

Selain itu, pasien juga mendapat pendampingan berupa edukasi berkelanjutan serta dukungan pemenuhan gizi selama menjalani masa terapi.

Dinkes Kutim berharap seluruh rangkaian fasilitas gratis dan terjamin ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat guna mendukung target eliminasi HIV pada 2030. Saat ini, seluruh pengelolaan data penanganan juga telah terintegrasi secara satu pintu melalui sistem Satu Sehat Kementerian Kesehatan. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas
Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali
Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
TRC Kutai Timur Catat 50 Penanganan Karhutla di Sangatta Selatan, Titik Terbesar Capai 20 Hektare
Bupati Kutai Timur Apresiasi Program Pemuda Kutim Hebat di Puncak HUT ke-27 Kutai Timur
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:34 WITA

Jelang Porwada IV Kaltim, Ronny Bonar Ingatkan Jurnalis Kutim Jaga Sportivitas dan Solidaritas

Senin, 2 November 2026 - 14:28 WITA

Pemkab Kutim Lepas 32 Wartawan Ikuti Porwada IV Kaltim 2026, Bidik Peningkatan Medali

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Berita Terbaru