
SANGATTAKU – Realisasi retribusi Pasar Induk Sangatta Utara hingga September 2026 mencapai sekitar Rp783 juta. Capaian itu menjadi bagian dari kontribusi aktivitas perdagangan pasar terhadap pendapatan daerah, dengan target penerimaan tahun ini sebesar Rp1,1 miliar.

Plt. Kepala UPT Pasar Sangatta Utara, Muhammad Ali Yusuf, menyebut capaian tersebut masih akan terus digenjot hingga akhir tahun. Berdasarkan perhitungan bersama tim, masih terdapat peluang untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kalau kita hitung, kalau Rp100 juta saja tembus itu, mungkin insyaallah tembus,” terangnya.
Seiring dengan aktivitas pengelolaan pasar, sejumlah fasilitas juga masih membutuhkan pembenahan. Infrastruktur dasar seperti atap, jalan, dan parit telah diusulkan untuk diperbaiki secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran.
Untuk bagian atap, area sembako menjadi salah satu perhatian karena kondisinya dinilai rentan, terutama menjelang musim hujan. Perbaikan bagian tersebut direncanakan dilakukan pada akhir tahun.
“Untuk atap nanti, nunggu di akhir tahun mungkin. Ada perbaikan atap. Atap sembako itu memang rentan sekali,” jelasnya.
Selain infrastruktur dasar, kebutuhan fasilitas keamanan berupa CCTV juga masih menjadi perhatian pengelola. Ali menyebut penambahan fasilitas tersebut telah diusulkan sejak tahun sebelumnya, namun realisasinya masih menyesuaikan kondisi anggaran.
Keterbatasan anggaran membuat pembenahan fasilitas tidak dapat dilakukan sekaligus. Pengelola harus menyesuaikan prioritas dengan kebutuhan pembangunan lainnya, termasuk kebutuhan di sejumlah kecamatan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan operasional pasar. Pengelola tetap menjalankan pelayanan dengan fasilitas dan sumber daya yang tersedia sembari mengupayakan pemenuhan kebutuhan secara bertahap.
“Dengan apa yang ada kita tetap semangat untuk tetap jalan,” tutupnya. (adv/Diskominfo Kutim)






















