
SANGATTAKU – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mendorong olahraga lari menjadi agenda rutin tahunan di daerahnya. Dorongan ini disampaikan usai melepas peserta Bupati Running Pace 2026 yang mengusung tema “Langkah Harmoni untuk Kutai Timur”, Minggu (27/9/2026).

Ajang tersebut disambut antusias tinggi dengan diikuti sekitar 2.500 peserta, melampaui kuota awal sebanyak 2.000 orang. Para pelari tidak hanya datang dari Kutai Timur, tetapi juga dari Tarakan, Berau, Bontang, Samarinda, Balikpapan, dan Muara Badak.
Melihat tingginya minat masyarakat yang kini gemar berlari baik pagi maupun malam hari, Ardiansyah memastikan ajang ini akan dimasukkan ke dalam agenda rutin tahunan. Untuk pelaksanaan tahun depan, nomor half marathon 21 kilometer telah masuk dalam daftar.

Ia juga melontarkan usulan khusus agar jaraknya ditambah menjadi 28 kilometer guna menyesuaikan usia Kabupaten Kutai Timur yang akan memasuki 28 tahun. Kendati demikian, Ardiansyah menegaskan bahwa wacana penambahan jarak tersebut masih berupa usulan yang akan dibahas bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta panitia dengan mempertimbangkan kesiapan teknis.
Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, mengungkapkan tingginya partisipasi peserta dari luar daerah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
“Hotel laku, para pedagang UMKM juga laku. Ojek online laku, kurir laku, Maxim laku. Semua pedagang merasa senang dengan kegiatan ini,” terang Basuki.

Selain mendongkrak okupansi hotel dan omzet UMKM, ajang ini turut mendukung pengembangan sport tourism. Peserta dari luar daerah berkesempatan menikmati destinasi wisata lokal seperti Bukit Pelangi, Masjid Agung, dan Bukit Pandang.
Terkait usulan rute 28 kilometer, Basuki menyatakan pihaknya akan mengkaji rencana tersebut secara matang bersama panitia, dengan menitikberatkan pada faktor keselamatan dan keamanan peserta agar dapat dikemas secara nasional. (adv/Diskominfo Kutim)






















