Disperindag Kutim Siapkan Regulasi Pengendalian Toko Modern, Tegaskan Komitmen Lindungi Konsumen dan UMKM

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Menjamurnya toko modern di Kabupaten Kutai Timur mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyiapkan langkah pengendalian agar keberadaannya tidak menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun pedagang tradisional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur (Disperindag Kutim), Nora Ramadani. (M2P/sangattaku)

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, mengungkapkan saat ini terdapat lebih dari 100 toko modern yang beroperasi di wilayah Kutai Timur. Jumlah tersebut dinilai cukup signifikan jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Bontang yang hanya memiliki sekitar tujuh toko modern.

“Kita masih ingat pada tahun 2023 lalu, para pedagang pasar rakyat dan toko eceran tradisional sempat melakukan demonstrasi besar-besaran menolak menjamurnya toko modern. Mereka merasa keadilannya terganggu karena omzetnya menurun,” ujar Nora.

Menurutnya, penurunan omzet pedagang tradisional bahkan mencapai lebih dari 50 persen di sejumlah kasus. Kondisi itu diperparah dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang membuat proses penerbitan izin toko modern menjadi otomatis.

“Kalau dalam tiga hari permohonan izin tidak diverifikasi oleh daerah, sistem langsung menganggapnya disetujui. Karena dikategorikan berisiko rendah, izin toko modern bisa terbit otomatis,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Disperindag Kutim tengah menyusun Rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pengendalian dan Tata Laksana Toko Modern. Regulasi tersebut diharapkan menjadi dasar hukum untuk menata jumlah dan operasional toko modern di daerah.

Dalam rancangan itu, akan diatur ketentuan mengenai jarak antar toko modern, jam operasional, ketersediaan lahan parkir, serta kewajiban toko modern bermitra dengan pelaku UMKM lokal.

“Kami tidak menolak keberadaan toko modern karena juga menjadi indikator kemajuan daerah. Namun, pertumbuhannya perlu dikendalikan agar tetap memberi ruang bagi pelaku usaha kecil,” tegas Nora.

Baca Juga  Ubaldus Badu Wakili Fraksi Nasdem Apresiasi Kinerja Pengelolaan APBD Kutim 2023 Pada Rapat Paripurna ke-27

Selain fokus pada pengendalian pasar modern, Disperindag Kutim juga memperkuat perlindungan terhadap konsumen melalui pengawasan perdagangan yang lebih ketat. Salah satu langkah konkret adalah melakukan tera ulang timbangan di pasar rakyat dan SPBU secara berkala.

“Kami pastikan alat ukur tetap akurat. Jangan sampai masyarakat membeli satu kilo tapi tidak sampai satu kilo. Ini bagian dari menjaga kepercayaan konsumen, berlaku juga untuk BBM” ujarnya.

Tera ulang dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh bidang metrologi guna memastikan keseimbangan alat ukur tetap terjaga selama masa penggunaan.

Dengan upaya tersebut, Disperindag Kutim berkomitmen menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi modern dan keberlanjutan ekonomi rakyat, sekaligus memastikan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama. (adv/Diskominfo Kutim)

940Dibaca

Berita Terkait

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai
Ancaman Stroke di Daerah, Pemkab Kutai Timur Perkuat Kompetensi Medis dan Layanan “Time Is Brain”
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital
Setkab Raih Dua Gelar Sekaligus di Kutim Expo 2026, Sabet Juara Umum dan Stand OPD Terbaik

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:21 WITA

Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:22 WITA

Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:17 WITA

Ancaman Stroke di Daerah, Pemkab Kutai Timur Perkuat Kompetensi Medis dan Layanan “Time Is Brain”

Berita Terbaru