Debit Air Menyusut Akibat Kemarau, Petani Padi Rantau Pulung Tahan Musim Tanam

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Menyusutnya debit air persawahan akibat musim kemarau membuat para petani padi di Kecamatan Rantau Pulung meminimalkan risiko gagal tanam. Langkah antisipasi diambil dengan menunda siklus penanaman bibit baru hingga pasokan air irigasi kembali stabil.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, membenarkan bahwa penurunan intensitas curah hujan berimbas langsung pada berkurangnya volume air untuk pengairan sawah warga.

Petani Rantau Pulung saat memanen padi. (Meika/ sgtk)

“Kalau pertanian khusus untuk yang padi sawah, tentunya karena debit airnya berkurang, secara otomatis untuk pengairan sawah juga berkurang,” jelasnya, Sabtu (12/9/2026).

Vita menjelaskan, keterbatasan pasokan air tersebut membuat para petani memilih bertindak rasional dengan menahan proses tanam berikutnya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerugian materi apabila memaksakan penanaman di tengah keterbatasan air pengairan.

Meski demikian, aktivitas pertanian di wilayah Rantau Pulung sempat mencatatkan hasil positif sebelum debit air menurun drastis. Kelompok petani padi sawah di kawasan SP 6 Desa Tanjung Labu berhasil menyelesaikan masa panen tepat waktu dengan kualitas produksi yang memuaskan.

“Beberapa waktu kemarin di petani kami yang ada di SP 6 itu juga sudah melakukan pemanenan. Hasil panennya alhamdulillah bagus dan sempat dipanen,” imbuh Vita merujuk pada panen di Desa Tanjung Labu tersebut.

Lebih lanjut, Vita memaparkan gambaran umum komoditas di wilayahnya. Sektor pertanian di Rantau Pulung secara keseluruhan didominasi oleh perkebunan kelapa sawit rakyat dan perusahaan. Sementara itu, komoditas padi sawah yang dihasilkan warga Desa Tanjung Labu dan sekitarnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasokan pangan di tingkat lokal maupun kecamatan sekitar. (adv/Diskominfo Kutim)

739Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA