Dinkes Kutim Penuhi Dokter Spesialis di RS Kecamatan, Muara Bengkal Kini Punya Tujuh Dokter

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat layanan rumah sakit di wilayah kecamatan dengan memenuhi kebutuhan dokter spesialis di RS Muara Bengkal dan RS Sangkulirang.

Langkah tersebut dilakukan setelah kedua rumah sakit sempat menghadapi keterbatasan dokter spesialis pada 2024 hingga 2025. Memasuki 2026, Dinkes Kutim menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program penugasan khusus dokter spesialis layanan dasar.

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

Kepala Dinkes Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menerangkan penempatan dokter spesialis tersebut didukung melalui kolaborasi pembiayaan antara Dinkes Provinsi Kaltim dan Dinkes Kutim.

“Alhamdulillah, pada 2026 ini kami melakukan terobosan dengan bekerja sama dengan Kemenkes melalui penugasan khusus. Dengan begitu, kita bisa menempatkan dokter spesialis layanan dasar di RS Sangkulirang dan RS Muara Bengkal,” jelas Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, penempatan dokter spesialis mulai memperluas jenis layanan yang dapat diberikan di kedua rumah sakit tersebut. Sejak 1 April 2026, RS Muara Bengkal sudah dapat menangani pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit di luar kecamatan.

“Sejak 1 April 2026, RS Muara Bengkal sudah bisa melayani pasien yang selama ini harus dirujuk ke luar. Sekarang, penanganannya cukup di RS Muara Bengkal maupun Sangkulirang,” terangnya.

Khusus RS Muara Bengkal, saat ini terdapat tujuh dokter spesialis. Kehadiran tenaga spesialis tersebut turut mendorong peningkatan kunjungan pasien yang sebelumnya relatif rendah ketika pelayanan lebih banyak ditangani dokter umum.

“Di Muara Bengkal bahkan sudah ada tujuh dokter spesialis. Kalau dulu hanya mengandalkan dokter umum sehingga pasiennya sepi, sekarang tingkat kunjungannya sudah tinggi,” imbuhnya.

Dinkes Kutim juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar pelayanan yang diberikan di rumah sakit tersebut dapat terakomodasi dalam skema pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Baca Juga  Dishub Kutim Gencar Sosialisasikan Kewajiban Penutup Muatan Truk Material

Dengan bertambahnya dokter spesialis, layanan di RS Muara Bengkal juga mulai berkembang. Salah satunya ditandai dengan mulai beroperasinya layanan bedah pada April 2026, yang sebelumnya belum dapat dilakukan di rumah sakit tersebut. (adv/Diskominfo Kutim)

828Dibaca

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA