Kutim Jadi Satu-satunya Daerah di Kaltim yang Dapat Bantuan Bus Perintis Kemenhub

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang memenuhi persyaratan teknis untuk memperoleh bantuan bus perintis dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebanyak dua unit bus disiapkan untuk mendukung pelayanan angkutan pada jalur trayek Sangatta-Rantau Pulung-Wahau-Kombeng. Alokasi tersebut diketahui dalam rapat bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Balikpapanbeberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis saat memberikan keterangan di ruang kerjanya (14/09/2026). (Meika/ sgtk)

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, yang mewakili Kepala Dishub Kutim, menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil pemenuhan sejumlah ketentuan yang diminta Kemenhub.

“Terkait masalah bantuan ini Dinas Perhubungan sudah memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan dari Kementerian,” jelas Muis saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2026).

Selain dokumen teknis, pemerintah daerah juga telah menyampaikan permohonan terkait jalur trayek yang akan dilayani.

“Termasuk dokumen teknisnya dan permohonan dari kepala daerah terkait masalah jalur trayeknya. Jalur trayeknya dari Sangatta, Rantau Pulung, Wahau dan Kombeng. Itu yang sudah dipenuhi dari Kutai Timur, dari Pak Bupati,” terangnya.

Kelengkapan tersebut membuat Kutim menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang dinyatakan memenuhi persyaratan teknis untuk memperoleh dukungan angkutan perintis.

Dua unit bus yang telah disetujui tersebut direncanakan diterima Kutim pada tahun depan. Realisasinya diharapkan berlangsung hingga penghujung 2027.

“Yang disetujui itu dua bus. Insyaallah tahun depan, akhir tahun depan insyaallah kita mendapatkan,” imbuhnya.

Di luar jalur yang telah mendapatkan alokasi armada, Dishub Kutim masih melengkapi persyaratan untuk sejumlah usulan jalur trayek lainnya. Dua di antaranya yakni Samarinda-Muara Bengkal-Muara Ancalong dan Sangatta-Batu Ampar-Muara Bengkal-Muara Ancalong.

Baca Juga  DPRD Kutim Bahas Solusi Kemacetan Akibat Bus Karyawan Perusahaan

Dalam proses tersebut, salah satu hal yang masih perlu dipastikan adalah penggunaan jalan hauling milik perusahaan. Akses tersebut perlu dikaji untuk mengetahui apakah dapat digunakan sebagai jalur umum dalam pelayanan angkutan.

Dishub Kutim akan melayangkan surat kepada pihak kecamatan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk berkoordinasi terkait status dan kemungkinan penggunaan akses jalan perusahaan.

“Besok akan melayangkan surat ke pihak kecamatan terkait masalah jalan hauling yang milik perusahaan itu,” terangnya.

Menurut Muis, kepastian mengenai akses tersebut diperlukan sebelum jalur yang diusulkan dapat memenuhi seluruh ketentuan teknis. Hal ini berkaitan dengan aspek kelayakan jalur sekaligus kepastian akses bagi angkutan umum yang nantinya beroperasi.

Selain kondisi jalan, fasilitas pendukung juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam pemenuhan persyaratan. Salah satunya adalah keberadaan terminal sebagai penunjang pelayanan angkutan.

“Terminal itu salah satu data dukung yang harus kita siapkan,” jelas Muis.

Dishub Kutim selanjutnya melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk melengkapi kebutuhan teknis pada jalur-jalur yang masih dalam proses pengajuan, termasuk memastikan akses jalan hauling yang berkaitan dengan kepentingan pelayanan umum. (adv/Diskominfo Kutim)

720Dibaca

Berita Terkait

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk
Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus
Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur
Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen
Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar
BPBD Kutai Timur Ingatkan Titik Hotspot Tak Bisa Langsung Disebut Karhutla
Cegah Karhutla, PT Dewata Sawit Nusantara Perkuat Patroli Bersama Masyarakat dan Aparat Keamanan
Pengembang Diminta Segera Serahkan Aset PSU, Agar Perbaikan Infrastruktur Perumahan Bisa Dilakukan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:06 WITA

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 September 2026 - 09:48 WITA

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 September 2026 - 09:21 WITA

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 September 2026 - 09:11 WITA

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 08:44 WITA

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Tatap Muka Masih Dibutuhkan di Tengah Digitalisasi Adminduk

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:06 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Tak Perlu Tinggalkan Rumah Sakit, Akta hingga NIK Bayi Kini Bisa Diurus

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:48 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Batik Jadi Andalan UMKM Swarga Bara, Pasarnya Mulai Merambah Luar Kutai Timur

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:21 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Realisasi Infrastruktur Desa Swarga Bara Capai 80 Persen

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:11 WITA

Diskominfo Kutai Timur

Kemarau Berkepanjangan, Mahyunadi Minta Warga Jaga Lahan Agar Tak Terbakar

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:44 WITA