
SANGATTAKU – Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung menggelar ibadah Sholat Sunnah Istisqa’ sebagai bentuk ikhtiar memohon diturunkannya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah setempat. Kegiatan ibadah yang berlangsung khusyuk tersebut diikuti oleh Camat Rantau Pulung, jajaran aparat, tokoh agama, serta warga masyarakat setempat secara berjamaah.

Dalam pelaksanaan ibadah tersebut, Da’i Pembangunan bertindak sebagai imam, khatib, sekaligus memimpin pembacaan istigotsah. Sementara itu, teknis serta panduan tata cara pelaksanaan Sholat Istisqa’ dipandu langsung oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rantau Pulung guna memastikan seluruh Rangkaian ibadah berjalan sesuai ketentuan syariat Islam.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, menyampaikan bahwa fenomena musim kemarau panjang yang terjadi saat ini merupakan bagian dari ujian yang perlu disikapi dengan bijak oleh seluruh elemen masyarakat. Ia mengimbau agar kondisi ini dijadikan sarana evaluasi diri dan penguatan keimanan.
“Kondisi kemarau panjang saat ini merupakan bagian dari ujian dan cobaan dari Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Vita Nurhasanah usai kegiatan, Minggu (13/9/2026).
Pelaksanaan Sholat Istisqa’ ini diharapkan menjadi sarana kebersamaan antara pemerintah kecamatan, jajaran aparat, dan masyarakat dalam memanjatkan doa agar musibah kekeringan segera berakhir. Selain upaya spiritual melalui doa bersama, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan serta bijak dalam menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung. (adv/Diskominfo Kutim)




















