Pemkab Kutim Ambil Alih Pembiayaan JKN 24.680 Peserta dari Provinsi

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan mengambil alih pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 24.680 peserta yang sebelumnya ditanggung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pengalihan pembiayaan tersebut mulai berlaku sejak 1 Mei 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, menjelaskan peserta yang sebelumnya berada dalam tanggungan Pemprov Kaltim kini masuk dalam pembiayaan yang ditanggung Pemkab Kutim.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

“Termasuk kemarin ada pengalihan yang tanggungan provinsi. Nah, itu kan lumayan banyak 24.000 jiwa ya sekian,” jelas Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya.

Jumlah tersebut merujuk pada 24.680 peserta JKN di Kutim yang sebelumnya memperoleh pembiayaan dari Pemprov Kaltim. Pengalihan itu membuat pemerintah daerah perlu menyiapkan anggaran untuk melanjutkan pembayaran iuran peserta melalui BPJS Kesehatan.

Pada April 2026, Pemkab Kutim menyiapkan sekitar Rp5,2 miliar untuk membiayai 24.680 peserta tersebut. Nilai itu lebih rendah dari estimasi awal Rp6,5 miliar karena pembayaran iuran hingga April masih menjadi tanggungan Pemprov Kaltim.

Pengalihan kepesertaan tersebut merupakan bagian dari penataan pembiayaan JKN antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Kaltim sebelumnya menjelaskan penataan dilakukan untuk menyesuaikan pembagian kewenangan pembiayaan sekaligus memperbaiki validasi data kepesertaan.

Dalam skema tersebut, peserta yang memenuhi kriteria tertentu dapat masuk dalam Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang pembiayaannya menjadi tanggungan pemerintah pusat. Sementara peserta lainnya disesuaikan dengan skema pembiayaan pemerintah daerah sesuai kewenangannya.

Perubahan tersebut membuat pembiayaan iuran bagi peserta yang sebelumnya ditanggung provinsi kini menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten. Yuwana menerangkan pengalihan itu sudah ditangani Dinkes Kutim.

“Itu alhamdulillah sudah kami ambil alih. Jadi, dari Dinas Kesehatan Kutai Timur meng-cover untuk pembiayaan BPJS Kesehatan semua warga Kutai Timur, termasuk yang pengalihan dari provinsi,” pungkas Yuwana. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO
Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur
Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan
Expo Kutai Timur Raup Rp4,25 Miliar, Bupati Tekankan Investasi Harus Serap Tenaga Kerja Lokal
Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda
Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai
Ancaman Stroke di Daerah, Pemkab Kutai Timur Perkuat Kompetensi Medis dan Layanan “Time Is Brain”
Mahyunadi Tekankan Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor dalam Program Perlindungan Sosial Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Kutai Timur Perkuat Daya Saing Sawit Global Lewat Peluncuran Program SUSTAIN Kutim Tahap II dan Sertifikasi ISPO-RSPO

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:07 WITA

Bupati Kutai Timur Pastikan Peluang Sekolah Spesialis untuk Dokter PNS dan PPPK Terbuka, Asal Sesuai Prosedur

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Bupati Kutai Timur Dorong Pemerataan Layanan Dokter Spesialis hingga ke Kecamatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:59 WITA

Perputaran Ekonomi UMKM di Kutim Expo Tembus Rp4 Miliar, DPMPTSP Siapkan Penambahan Tenda

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:22 WITA

Bupati Kutai Timur Tekankan Pelayanan Terbaik, RSUD Kudungga Disiapkan dengan Fasilitas Lebih Memadai

Berita Terbaru