Cakupan BPJS Kesehatan Kutim Capai 106 Persen, Lampaui Target UHC

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Cakupan kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mencapai 106 persen. Angka ini melampaui target Universal Health Coverage (UHC) nasional yang dipatok sebesar 98 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan tingginya cakupan tersebut didorong oleh kepesertaan pekerja perusahaan yang beroperasi di Kutim. Meski sebagian pekerja masih menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah, mereka tetap terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Yuwana Sri Kurniawati. (Meika/ sgtk)

“Target UHC itu 98 persen, tapi capaian kita sudah 106 persen. Jadi, sudah melampaui target,” ujar Yuwana saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain dari sektor pekerja perusahaan, jaminan kesehatan juga disasar bagi warga tidak mampu lewat skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Melalui skema ini, iuran kepesertaan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Yuwana menjelaskan, penentuan penerima PBI berpedoman pada data desil yang dikelola oleh Dinas Sosial. Data tersebut menjadi acuan valid untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Skema PBI ini juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami pergeseran status kepesertaan, seperti pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka dapat segera mengurus perpindahan status ke Dinas Sosial agar iuran kepesertaannya dialihkan ke PBI yang dibiayai Pemkab Kutim.

“Bisa segera mengurus mutasi sebagai penerima bantuan iuran ke Dinas Sosial. Nanti akan kami masukkan ke PBI yang dibiayai Pemkab Kutai Timur,” terangnya.

Di sisi lain, Pemkab Kutim tetap menjamin akses pelayanan kesehatan bagi warga yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan. Yuwana menegaskan, warga cukup menunjukkan KTP Kutim saat berobat ke rumah sakit.

Baca Juga  Buka Pesta Karya IX SMPN 1 Sangatta Utara, Bupati Beri Apresiasi

“Kalau ada pasien datang ke rumah sakit mengaku dari Kutim tapi tidak punya BPJS, itu tetap bisa dilayani hanya dengan menunjukkan KTP,” imbuhnya.

Bagi warga yang belum memiliki KTP, pihak keluarga diimbau berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinkes, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna mempercepat pemenuhan identitas kependudukan mereka. (adv/Diskominfo Kutim)

897Dibaca

Berita Terkait

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Lepas Ketergantungan Tambang, Kutai Timur Fokus Kembangkan Industri Pengolahan dan Metanol

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:21 WITA

Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA