
SANGATTAKU – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penurunan kualitas udara di wilayahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan per 16 September 2026 pukul 19.05 WITA, Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kutai Timur menyentuh angka 165 dan berada pada kategori tidak sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa kondisi udara saat ini berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi seluruh warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan dan kardiovaskuler.
Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, warga sangat dianjurkan untuk selalu menggunakan masker. Penggunaan masker jenis N95 menjadi pilihan utama yang sangat disarankan karena efektivitasnya dalam menyaring partikel halus kabut asap. Namun, jika masker N95 sulit didapatkan, masyarakat tetap diimbau untuk memakai masker bedah atau jenis masker kesehatan lain yang tersedia sebagai bentuk perlindungan diri.
“Kalau memang harus keluar ruangan gunakan masker, khususnya masker N95. Apabila tidak tersedia masker N95, bisa dengan menggunakan masker bedah atau masker yang ada,” ujar Yuwana.

Selain penggunaan masker saat di luar rumah, masyarakat disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan menjaga sirkulasi udara tetap baik, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
“Perbanyak minum air putih untuk jaga daya tahan tubuh, termasuk banyak makan sayur dan buah-buahan,” tutur Yuwana.
Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau rasa berat di dada.
Sementara itu, terkait ketersediaan masker di lapangan, Yuwana menyampaikan bahwa pihak Dinas Kesehatan Kutai Timur saat ini sedang mendistribusikan pasokan yang ada secara bertahap kepada masyarakat sembari menunggu pengiriman tambahan dari pemerintah pusat.
“Saat ini kami sedang membagi stok masker yang ada karena jumlahnya terbatas, sambil menunggu dropping dari Kemenkes. Mohon doanya supaya segera datang maskernya untuk kita bagikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (adv/Diskominfo Kutim)





















