Realistis Kejar Target 2027: Kutai Timur Pilih Bus Konvensional Ketimbang Listrik untuk Angkutan Pelajar

Kamis, 24 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah pragmatis dalam rencana penambahan armada bus pelajar pada 2027 mendatang. Alih-alih melanjutkan tren kendaraan listrik seperti yang sudah beroperasi di Kota Sangatta, Dishub justru menjatuhkan pilihan pada armada konvensional.

Sekretaris Dishub Kutai Timur, Masrianto Suriansyah. (Meika/ sgtk)

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Faktor ketersediaan infrastruktur pendukung, khususnya stasiun pengisian daya di luar wilayah perkotaan, menjadi kendala utama yang belum teratasi di tingkat kecamatan.

“Dikarenakan ketersediaan infrastruktur pendukung bus listrik tidak tersedia di kecamatan. Jadi kita mengganti dengan bus konvensional biasa,” ujar Sekretaris Dishub Kutai Timur, Masrianto Suriansyah, saat ditemui di ruang kerjanya.

Meski langkah ini dinilai paling realistis demi pemerataan akses, tantangan besar masih menghadang dari segi jumlah unit. Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Dishub baru menyusun pengadaan satu unit bus pelajar tambahan.

Angka tersebut dinilaikan masih sangat minim jika harus melayani kebutuhan mobilitas pelajar di luar Kota Sangatta yang memiliki wilayah geografis luas. Oleh karena itu, pihak Dishub berharap alokasi tersebut masih bisa diperjuangkan untuk bertambah seiring pembahasan anggaran berjalan.

Sebagai catatan, saat ini layanan bus pelajar gratis di Kota Sangatta dengan rute Jalan Soekarno-Hatta, SMK 2, hingga Sangatta Lama baru didukung oleh satu unit armada operasional.

Menyadari keterbatasan fiskal daerah dalam pengadaan armada massal, Dishub Kutai Timur mulai membidik alternatif pendanaan luar APBD. Salah satu opsi paling potensial adalah mengoptimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur.

Masrianto menerangkan, dukungan perusahaan melalui program CSR atau TJSL tersebut nantinya berada dalam kebijakan Wakil Bupati Kutai Timur selaku Ketua TJSL. (adv/Diskominfo Kutim)

Berita Terkait

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham
Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026
Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026
Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung
Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas
Mahyunadi Dorong Kemudahan Investasi dan Sinergi Program CSR di Kutai Timur
Bupati Kutai Timur Harap Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:44 WITA

Kukuhkan Legalitas Organisasi, IKA HIPMA-KT Kantongi Akta Notaris dan SK Kemenkumham

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WITA

Kerajinan Daur Ulang Limbah dan Batik Rantau Pulung Tampil di Ajang Pameran Expo Kutai Timur 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WITA

Beragam Produk Olahan Kreatif UMKM Rantau Pulung Pikat Pengunjung Pameran Expo Kutim 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Expo Kutai Timur 2026, Pemerintah Kecamatan Rantau Pulung Genjot Promosi agar Produk Lokal Dikenal Luas

Berita Terbaru

Diskominfo Kutai Timur

Komoditas Kelapa Sawit dan Padi Sawah Jadi Primadona di Rantau Pulung

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:08 WITA