SANGATTAKU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur tengah mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di sejumlah wilayah. Kebijakan belajar dari rumah ini diambil menyusul tingginya intensitas hujan yang melanda beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menyatakan bahwa pihak dinas terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk menentukan waktu yang tepat dalam mengakhiri PJJ dan kembali memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan tersebut akan diambil setelah memastikan kondisi di berbagai wilayah berangsur kondusif.
“PJJ mungkin satu dua hari ini kita evaluasi, karena mudah-mudahan kondisi semakin membaik sehingga kita bisa segera melaksanakannya,” ujar Mulyono, Selasa (20/10/2026).
Ia menambahkan, evaluasi dilakukan secara berkala karena pemulihan di setiap wilayah tidak berlangsung serentak. Pihak dinas juga mencermati perkembangan data serta laporan situasi dari instansi terkait sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Sampai hari ini memang masih banyak wilayah yang kondisinya belum sepenuhnya bagus, tetapi sudah ada pertimbangan dan mulai terlihat kebaikan. Mudah-mudahan hari ini semakin bagus sehingga kita bisa laksanakan, karena kalau sudah lebih dari separuh wilayah, kita tentu bisa mengambil sikap,” imbuhnya.
Terkait proses pelaksanaan di tingkat rumah tangga, Disdikbud menilai bahwa pola PJJ bukan hal baru bagi para guru, sekolah, maupun orang tua karena pengalaman serupa pernah dihadapi sebelumnya. Sejauh ini, kegiatan belajar tetap berjalan meskipun sebagian orang tua menghadapi penyesuaian dalam mendampingi anak-anak belajar di rumah. Pihak dinas berharap kondisi cuaca segera membaik agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal secara maksimal. (Mk/ sgtk)





















