Berjalan Lancar, Pelaksanaan MPLS di Kutai Timur, Upaya Menyuguhkan Pembelajaran yang Menyenangkan

Rabu, 12 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SANGATTAKU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono, menyatakan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh jenjang pendidikan di Kutim berlangsung lancar. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mulyono pada Rabu (12/07/2023).

“Kami melaksanakan kunjungan ke beberapa sekolah mulai dari tingkat TK, SD, dan SMP bersama Bupati dan Bunda PAUD. Alhamdulillah, pelaksanaan MPLS berjalan sesuai rencana,” ujar Mulyono.

Kadisdikbud Kutai Timur, Mulyono. (*/ist)

Pelaksanaan MPLS disesuaikan dengan jenjang pendidikan di setiap sekolah. Misalnya, untuk siswa yang baru masuk kelas 1 SD, MPLS berlangsung selama dua minggu, sedangkan untuk kelas 2 berlangsung selama seminggu. Sementara itu, kelas 3 ke atas melaksanakan MPLS selama tiga hari.

Mulyono menjelaskan bahwa penerapan MPLS ini mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang mengedepankan proses belajar yang menyenangkan, terutama pada jenjang transisi dari PAUD ke SD.

“Dalam prakteknya, guru harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dan ada beberapa perubahan dalam sistem pembelajaran. Lebih penting lagi, tidak ada lagi kewajiban untuk menguasai calistung, terutama bagi siswa baru,” kata Mulyono.

Pengenalan calistung, terutama bagi siswa baru, diupayakan dalam suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan, untuk mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Tujuannya adalah agar pembelajaran menjadi lebih efektif.

“Kami memberikan toleransi kepada siswa yang belum menguasai calistung, misalnya siswa kelas dua yang belum mampu. Tidak ada tekanan untuk menguasai calistung secara cepat,” tambahnya. (ADV01/ DISKOMINFO STAPER)

1.1kDibaca

Berita Terkait

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan
HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata
Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga
Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya
Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik
Kondisi Udara Masih Fluktuatif, Bupati Kutai Timur Minta PJJ Dievaluasi
Bupati Ardiansyah Ajak Masyarakat Manfaatkan Pameran Buku Out of the Books
GPMB Kutai Timur Dilantik, Dorong Penguatan Budaya Minat Baca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:18 WITA

HUT ke-27 Kutai Timur, Ardiansyah Tegaskan Deklarasi Anti Narkoba Harus Berlanjut dengan Aksi Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:57 WITA

Pecahkan Rekor MURI, Polres Kutai Timur Gagas Deklarasi Anti Narkoba, Libatkan 61.000 Pelajar dan Warga

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Buka Erau Adat Pelas Benua, Bupati Kutim Tekankan Pentingnya Jaga Identitas Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Pemkab Kutai Timur Pastikan Program Layak Anak Berjalan Terus Meski Raperda Ditarik

Berita Terbaru

Pendidikan & Sosial Kebudayaan

Kutai Timur Baru Catat Empat Warisan Budaya Takbenda, Pendataan Tradisi Lokal Jadi Tantangan

Rabu, 14 Okt 2026 - 08:45 WITA